SuratMuhammad terdiri atas 38 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Hadiid. Nama Muhammad sebagai nama surat ini diambil dari perkataan Muhammad yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Pada ayat 1, 2, dan 3 surat ini, Allah membandingkan antara hasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w dan
permainan softball berasal dari olahraga tradisional yakni. ๏ปฟJAKARTA - Sebelum meninggal dunia, cucu Rasulullah SAW, al-Hasan bermimpi melihat tulisan surat Al-Ikhlas. Dikutip dari buku Hasan dan Husain the Untold Story karya Sayyid Hasan al-Husaini, beberapa tahun setelah 'amul jama'ah, al-Hasan bermimpi melihat tulisan ayat pertama dari surah Al-Ikhlash, Qul huwallahu ahad Katakanlah "Dialah Allah, Yang Maha Esa" di antara kedua matanya. Al-Hasan sangat senang dengan mimpi itu. Mimpi ini pun kemudian terdengar oleh Sa'id bin al-Musayyib, lalu dia berkomentar "Jika mimpi itu benar, berarti ajalnya sudah dekat". Dan benar saja, beberapa hari setelah mimpi itu, al-Hasan meninggal dunia Al Bidayah wan Nihayah. Sebagaimana sang kakek, al-Hasan meninggal dunia karena efek racun yang masuk ke dalam tubuhnya melalui makanan. Ketika masih sehat walafiat, al-Hasan mewarisi banyak kemiripan dengan Rasulullah, bahkan menjelang ajalnya, kondisinya pun mirip dengan kondisi beliau dahulu. Menurut sejumlah riwayat, orang yang meracuni al-Hasan adalah istrinya sendiri, Ja'dah binti al-Asyโats. Ada pula yang menyebutkan Mu'awiyah yang memerintahkan Ja'dah untuk melakukan makar ini. Akan tetapi, kebenaran riwayat tersebut tidak pernah terbukti. Lantas, siapakah yang menyebarkan riwayat-riwayat seperti itu? Yang pasti, perbuatan keji itu dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Perlu diketahui pada saat itu banyak sekali yang tidak suka melihat umat Islam bersatu. Apalagi setelah al-Hasan berhasil mewujudkan 'amul jama'ah hingga kaum muslimim bersatu di bawah seorang khalifah, maka kedengkian mereka mencapai titik didih. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
- Surat Al Ikhlas adalah salah satu surat pendek yang terdapat pada juz ke 30 di dalam kitab suci Al Quran. Surat Al Ikhlas ini berisi tentang tauhid kepada Allah SWT. Tauhid merupakan konsep dalam Islam yang menyatakan tentang keesaan Allah SWT. Al Ikhlas adalah surah ke-112 di dalam Al Quran, yang tergolong surah Makkiyah serta terdiri atas 4 ayat. Berikut ini adalah bacaan surat Al Ikhlas. Sebelum membacanya, jangan lupa mendahuluinya dengan bacaan basmallah. " huwallahu yalid wa lam lam yakul lahu kufuwan ahad".Artinya "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, lagi Maha Muhammad, โDialah Allah, Yang Maha Esaโ.Allah tempat meminta segala sesuatu.Allah tidak beranak dan tidak pula tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia".Isi pokok surat Al Ikhlas adalah tentang penegasan terhadap keesaan Allah SWT. Surat Al Ikhlas juga mengajarkan kita untuk menolak segala bentuk penyekutuan terhadap Allah SWT. Baca Juga Seratusan Bacaleg di Aceh Gugur Gegara Tak Ikut Baca Al-Qur'an Keutamaan Surat Al Ikhlas Surah Al Ikhlas memiliki arti โMemurnikan Keesaan Allah SWTโ. Terdapat banyak sekali keutamaan jika kita mengamalkan surat Al Ikhlas, salah satunya adalah membaca Al Ikhlas 1 kali setara dengan membaca sepertiga Al Quran. Hal ini juga dijelaskan di dalam sebuah hadis yang berbunyi Dari Abu Saโid al-Khudri radhiyallahu anhu dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya surah Al Ikhlas sebanding dengan sepertiga Al Quran". Jika surat Al Ikhlas diistiqamahkan membacanya setiap selesai shalat, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah, maka akan dimudahkan jalan kita menuju surga. Selain itu, surat Al Ikhlas juga memiliki keutamaan lainnya, seperti 1. Bisa mengusir gundah dan memudahkan tidur. Biasakan untuk membaca doa sebelum tidur terlebih dahulu. Setelah itu, bacalah surah Al Ikhlas, Al Falaaq, An Nass, dan Al Fatihah, sembari diniatkan meminta diberi ketenangan hati oleh Allah SWT agar bisa segera beristirahat di malam hari. Baca Juga Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Sebut Al-Qur'an Kalam Nabi Muhammad SAW Kalau Allah Berbahasa Arab, Susah Nanti... 2. Memperlancar rezeki. Dengan membaca surat Al Ikhlas sebanyak kali secara istiqamah. Bacalah surah Al Ikhlas dengan penuh ketekunan dan maksud memohon kepada Allah SWT supaya dimudahkan dalam urusan rezeki.
Surat Al Ikhlas merupakan surat ke-112 dalam Al-Qurโan. Berikut ini Surat Al Ikhlas dan artinya, asbabun nuzul, serta tafsirnya. Surat ini terdiri dari empat ayat dan termasuk surat makkiyah. Dinamakan surat ini Al Ikhlas karena di dalamnya berisi prinsip-prinsip tauhid. Hakikat Allah Subhanahu wa Taโala yang menjadi tujuan bergantung dan sama sekali berbeda dengan makhluk. Surat Al Ikhlas dan ArtinyaAsbabun NuzulKeutamaan Surat Al Ikhlas1. Mendatangkan cinta Allah2. Wasilah masuk surga3. Sepertiga Al-QurโanTafsir Surat Al IkhlasSurat Al Ikhlas ayat 1Surat Al Ikhlas ayat 2Surat Al Ikhlas ayat 3Surat Al Ikhlas ayat 4Penutup Surat Al Ikhlas dan Artinya Berikut ini Surat Al Ikhlas dalam tulisan Arab, tulisan Latin, dan artinya dalam bahasa Indonesia ูููู ูููู ุงูููููู ุฃูุญูุฏู . ุงูููููู ุงูุตููู
ูุฏู . ููู
ู ููููุฏู ููููู
ู ูููููุฏู . ููููู
ู ูููููู ูููู ููููููุง ุฃูุญูุฏู Qul huwalloohu ahad. Alloohush shomad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul lahuu kufuwan ahad ArtinyaKatakanlah โDialah Allah Yang Mahaesa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.โ Baca juga Ayat Kursi Surat yang terdiri dari empat ayat ini termasuk surat Makkiyah. Mengapa dinamakan Surat Al Ikhlas padahal di dalamnya tidak ada kata al ikhlas? Karena al ikhlas adalah tauhid, beribadah hanya kepadaNya. Dan surat ini berisi tentang pokok-pokok tauhid. Surat yang turun di Makkah setelah Surat Al Falaq dan Surat An Nas ini juga dinamakan Surat Qul huwallaahu ahad. Terambil dari ayat pertama dari surat ini. Menurut Syaikh Wahbah Az Zuhaili, surat ini juga memiliki nama lain Surat at Tafrid, at Tajrid, at Tauhid, an Najah, dan al Wilaayah. Juga punya nama lain Surat al Maโrifah dan al Asas. Ibnu Katsir mengutip riwayat Imam Ahmad dari Ubay bin Kaโab mengenai asbabun nuzul Surat Al Ikhlas. Bahwa ada orang-orang musyrik yang berkata kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, โHai Muhammad, gambarkanlah kepada kami tentang Tuhanmu.โ Maka Allah menurunkan surat Al Ikhlas. Riwayat lain menyebutkan, ada orang yang Badui yang datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Ia bertanya, โGambarkanlah kepada kami tentang Tuhanmu.โ Maka turunlah surat ini. Baca juga Sholat Tahajud Keutamaan Surat Al Ikhlas Surat Al Ikhlas memiliki banyak fadhilah atau keutamaan. Di antaranya adalah tiga keutamaan berikut ini 1. Mendatangkan cinta Allah Rasulullah pernah mengangkat seorang laki-laki menjadi pemimpin pasukan khusus untuk menyelesaikan suatu tugas. Ketika menjadi imam sholat bagi pasukannya, laki-laki itu selalu membaca Surat Al Ikhlas. Setelah pasukan pulang, mereka menceritakan kepada Rasulullah. Mendapati laporan itu, Rasulullah menyuruh mereka untuk menanyakan kepada laki-laki tersebut, apa alasannya selalu membaca surat ini dalam sholatnya. โKarena di dalamnya ada sifat Tuhan Yang Maha Pemurah dan aku suka membacanya dalam sholatku,โ jawab laki-laki itu. Setelah jawaban itu disampaikan kepada Rasulullah, beliau pun bersabda ุฃูุฎูุจูุฑูููู ุฃูููู ุงูููููู ููุญูุจูููู Sampaikan kepadanya, bahwa Allah menyukainya. HR. Bukhari 2. Wasilah masuk surga Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Imam Bukhari, pernah ada seorang laki-laki menjadi imam Masjid Quba. Setiap kali telah membaca surat lain dari Al Quran, ia menutupnya dengan surat Al Ikhlas. Sahabat yang lain pun mengingatkannya, โEngkau telah membaca surat ini, tetapi kelihatannya engkau merasa tidak cukup dengannya. Lalu engkau membaca surat Al Ikhlas.โ โAku tidak akan meninggalkan surat ini. Jika engkau mau menjadikanku imam kalian, maka aku akan tetap melakukannya. Dan jika kalian tidak suka, maka aku tidak mau menjadi imam kalian.โ Hal itu kemudian diceritakan kepada Rasulullah saat beliau mengunjungi Masjid Quba. โHai Fulan, apa yang mencegahmu hingga tidak mau melakukan apa yang diminta oleh teman-temanmu, mengapa engkau selalu membaca Surat Al Ikhlas dalam sholatmu?โ tanya Rasulullah. โAku menyukainya,โ jawab laki-laki tersebut. Mendengar jawaban itu, Rasulullah lantas bersabda ุญูุจูููู ุฅููููุงููุง ุฃูุฏูุฎููููู ุงููุฌููููุฉู Kecintaanmu kepada surat ini dapat memasukkanmu ke dalam surga. HR. Bukhari Dalam riwayat Tirmidzi, ada seorang laki-laki yang berkata kepada Rasulullah bahwa dirinya menyukai surat ini. Maka Rasulullah pun bersabda ุฅูููู ุญูุจูููู ุฅููููุงููุง ููุฏูุฎููููู ุงููุฌููููุฉู Sesungguhnya kecintaanmu kepada surat ini dapat memasukkanmu ke dalam surga. HR. Tirmidzi 3. Sepertiga Al-Qurโan Dalam Shahih Bukhari dikisahkan seorang laki-laki yang membaca Surat Al Ikhlas berulang-ulang dalam shalat sunnah. Orang yang mendengarnya lantas menceritakan kepada Rasulullah. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun bersabda ููุงูููุฐูู ููููุณูู ุจูููุฏููู ุฅููููููุง ููุชูุนูุฏููู ุซูููุซู ุงููููุฑูุขูู Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman Tangan-Nya. Sesungguhnya ia benar-benar sebanding dengan sepertiga Al Quran. HR. Tirmidzi Baca juga Bacaan Sholat Tafsir Surat Al Ikhlas Tafsir Surat Al Ikhlas ini kami sarikan dari Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fi Zhilalil Quran, Tafsir Al Azhar, Tafsir Al Munir, dan Tafsir Al Misbah. Kami berusaha mensarikan dari lima tafsir tersebut agar terhimpun banyak manfaat yang kaya khazanah tetapi tetap ringkas. Surat Al Ikhlas ayat 1 ูููู ูููู ุงูููููู ุฃูุญูุฏู Katakanlah โDialah Allah Yang Mahaesa.โ Ketika orang-orang Yahudi mengatakan, โKami menyembah Uzair anak Allah.โ Orang Nasrani mengatakan, โKami menyembah Isa anak Allah.โ Orang-orang musyrik mengatakan, โKami menyembah berhala.โ Maka Allah menegaskan bahwa Dia Maha Esa. Dialah Allah Tuhan Yang Satu, Yang tiada tandingan-Nya, tiada lawan-Nya, tiada sekutu bagi-Nya. Kata ahad ุฃุญุฏ terambil dari akar kata wahdah ูุญุฏุฉ yang artinya kesatuan. Juga kata waahid ูุงุญุฏ yang berarti satu. Kata ahad dalam ayat ini berfungsi sebagai sifat Allah yang artinya Allah memiliki sifat tersendiri yang tidak dimiliki oleh selain-Nya. Menurut Sayyid Qutb, โqul huwallaahu ahadโ merupakan lafal yang lebih halus dan lebih lembut daripada kata โahad.โ Sebab ia menyandarkan kepada makna โwahidโ bahwa tidak ada sesuatu pun selain Dia bersama Dia dan bahwa tidak ada sesuatu pun yang sama denganNya. โIni adalah ahadiyyatul-wujud, keesaan wujud. Karena itu tidak ada hakikat kecuali hakikat-Nya dan tidak ada wujud yang hakiki kecuali wujud-Nya. Segala maujud yang lain hanyalah berkembang atau muncul dari wujud yang hakiki itu dan berkembang dari wujud dzatiyah itu,โ tulis Sayyid Qutb dalam Tafsir fi Zilalil Qurโan. Surat Al Ikhlas ayat 2 ุงูููููู ุงูุตููู
ูุฏู โAllah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.โ Ibnu Abbas menjelaskan tafsir ayat ini. Maksudnya adalah, seluruh makhluk bergantung kepada Allah dalam kebutuhan dan sarana mereka. Dialah Tuhan yang Maha Sempurna dalam perilaku-Nya. Maha Mulia yang Maha Sempurna dalam kemulian-Nya. Maha Besar yang Maha Sempurna dalam kebesaran-Nya. Al Hasan mengatakan, arti ayat ini adalah Allah Maha Hidup lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Menurut Tafsir Al Misbah, ash shamad ุงูุตู
ุฏ terambil dari kata kerja shamada ุตู
ุฏ yang artinya menuju. Ash shamad merupakan kata jadian yang artinya โyang dituju.โ Sedangkan menurut Sayyid Qutb, arti ash shamad ุงูุตู
ุฏ secara bahasa adalah tuan yang dituju, yang suatu perkara tidak akan terlaksana kecuali dengan izinnya. Allah adalah Tuan yang tidak ada tuan sebenarnya selain Dia. Dialah satu-satunya yang dituju untuk memenuhi segala hajat makhluk. Surat Al Ikhlas ayat 3 ููู
ู ููููุฏู ููููู
ู ูููููุฏู โDia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.โ Ibnu Katsir menjelaskan bahwa makna ayat ini adalah Allah tidak beranak, tidak diperanakkan, dan tidak mempunyai istri. Sayyid Qutb menjelaskan, hakikat Allah itu tetap, abadi, azali. Sifat-Nya adalah sempurna dan mutlak dalam semua keadaan. Kelahiran adalah suatu kemunculan dan pengembangan, wujud tambahan setelah kekurangan atau ketiadaan. Hal demikian mustahil bagi Allah. Kelahiran juga memerlukan perkawinan. Lagi-lagi, ini mustahil bagi Allah. Surat Al Ikhlas ayat 4 ููููู
ู ูููููู ูููู ููููููุง ุฃูุญูุฏู โDan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.โ Kata kufuwan ูููุง terambil dari kata kufuโ ููุค yang artinya sama. Tidak ada seorang pun yang setara apalagi sama dengan Allah Subhanahu wa Taโala. Dialah yang memiliki segala sesuatu dan yang menciptakannya, maka mana mungkin Dia memiliki tandingan dari kalangan makhluk-Nya yang bisa mendekati atau menyamai-Nya. Menurut Sayyid Qutb, makna ayat ini adalah, tidak ada yang sebanding dan setara dengan Allah. Baik dalam hakikat wujudnya maupun dalam sifat dzatiyahnya. Baca juga Isi Kandungan Surat Al Ikhlas Penutup Surat ini berisi rukun-rukun aqidah dan dan syariat Islam paling penting. Yakni mentauhidkan Allah Subhanahu wa Taโala. Menyifati Allah dengan sifat sempurna dan menafikan segala sekutu bagi-Nya. Surat ini merupakan bantahan telak kepada orang-orang kafir baik dari kalangan kaum pagan musyrik maupun Yahudi dan Nasrani. Mereka semua telah menyekutukan Allah. Maka Allah menjelaskan tauhid yang benar, yang harus diimani oleh umat Islam. Dalam empat ayat yang padat dan sarat kandungan makna yang dalam. Demikian Surat Al Ikhlas mulai dari terjemahan, asbabun nuzul, keutamaan hingga tafsirnya. Semoga bermanfaat bagi kita semua, menambah kedekatan dengan Allah dan Dia berkenan menganugerahkan cinta-Nya kepada kita. Wallahu aโlam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]
Surat Al Ikhlas dapat di gunakan menghancurkan orang yang dzolim. Berikut ini caranya Dirikan sholat hajat 2 rakaat. Bacalah SURAT AL IKHLAS. 1000X. Setiap dapat bacaan 100X. Bacalah ayat ini โ INNI SHALATTU RUHANIYATA HADIHIS SUROTI HARRIHA WAYA BISIHA ALA RUHIโฆ.. sebut nama orang yang di maksut dan nama bin nya , kalau kita ga tau bapaknya tidak apaโ yang penting adalah fokus terhadap wajah target saat menjalankan ritualnya INGATโฆ. Hanya untuk orang yang betulโ dzolim, jika di pergunakan niatan yang kurang baik Allah maha mengetahui segalanya, saya tidak bertanggung jawab akibatnya. Gunakan amalan ini dengan penuh keyakinanโฆuntuk orang dzolim pada diri kita / atau orang yang merebut hak kita Di kerjakan sampai yang anda inginkan terjadi, tergantung kekuatan target, efek orang yang terkena akan hancur, banyak definisinya bisa orngnya atau ke ekonomianya, bisa duaโnya monggo kerso tergangung niat. Yang ingin mengamalkan silahkan tulis Qobiltu + Al fatihah buat saya dan ke 2 orang tua saya โโโโโโโโโโโโโโโโโโโโ Semoga Bisa Bermanfaat Salam Jayaโฆ Satu Nusa Satu Bangsa, Indonesia Raya From Martapura OKU Timur Sumatera Selatan vikyfirst โโโโโ
KEUTAMAAN SURAT AL-IKHLASOleh Ustadz Abu Abdillah Arief Budiman ุงูููู ุงูุฑููุญูู
ููู ุงูุฑููุญูููู
ููููู ูููู ุงูููููู ุฃูุญูุฏู {1} ุงูููููู ุงูุตููู
ูุฏู {2} ููู
ู ููููุฏู ููููู
ู ูููููุฏู {3} ููููู
ู ููููู ููููู ูููููุงู ุฃูุญูุฏู {4}โKatakanlah Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. dan tidak ada seorang pun yang setara dengan YANG MENERANGKAN KEUTAMAAN SURAT AL-IKHLAS 1. Hadits Aโisyah Radhiyallahu anha, beliau berkataุฃูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุจูุนูุซู ุฑูุฌููุงู ุนูููู ุณูุฑููููุฉูุ ููููุงูู ููููุฑูุฃู ูุฃูุตูุญูุงุจููู ููู ุตููุงูุชูููุ ููููุฎูุชูู
ู ุจูู ูููู ูููู ุงูููู ุฃูุญูุฏูุ ููููู
ููุง ุฑูุฌูุนููุงุ ุฐูููุฑููุง ุฐููููู ููููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ูุ ููููุงูู ุณูููููููุ ูุฃูููู ุดูููุกู ููุตูููุนู ุฐูููููุุ ููุณูุฃูููููููุ ููููุงูู ูุฃููููููุง ุตูููุฉู ุงูุฑููุญูู
ูููุ ููุฃูููุง ุฃูุญูุจูู ุฃููู ุฃูููุฑูุฃู ุจูููุงุ ููููุงูู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฃูุฎูุจูุฑููููู ุฃูููู ุงูููู ููุญูุจูููู.Sesungguhnya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengutus seseorang kepada sekelompok pasukan, dan ketika orang itu mengimami yang lainnya di dalam shalatnya, ia membaca, dan mengakhiri bacaannya dengan [ูููู ูููู ุงูููู ุฃูุญูุฏู], maka tatkala mereka kembali pulang, mereka menceritakan hal itu kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam , lalu beliau pun bersabda โTanyalah ia, mengapa ia berbuat demikian?โ Lalu mereka bertanya kepadanya. Ia pun menjawab โKarena surat ini mengandung sifat ar Rahman, dan aku mencintai untuk membaca surat ini,โ lalu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda โBeritahu dia, sesungguhnya Allah pun mencintainyaโ.[1]2. Hadits Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, beliau berkata ููุงูู ุฑูุฌููู ู
ููู ุงูุฃูููุตูุงุฑู ููุคูู
ููููู
ู ููู ู
ูุณูุฌูุฏู ููุจูุงุกูุ ููููุงูู ูููููู
ูุง ุงูููุชูุชูุญู ุณูููุฑูุฉู ููููุฑูุฃู ุจูููุง ููููู
ู ููู ุงูุตูููุงูุฉู ู
ูู
ููุง ููููุฑูุฃู ุจูููุ ุงูููุชูุชูุญู ูููู ูููู ุงูููู ุฃูุญูุฏูุ ุญูุชููู ููููุฑูุบู ู
ูููููุง. ุซูู
ูู ููููุฑูุฃู ุณูููุฑูุฉู ุฃูุฎูุฑูู ู
ูุนูููุงุ ููููุงูู ููุตูููุนู ุฐููููู ููู ููููู ุฑูููุนูุฉู. ูููููููู
ููู ุฃูุตูุญูุงุจูููุ ููููุงูููุง ุฅูููููู ุชูููุชูุชูุญู ุจูููุฐููู ุงูุณููููุฑูุฉูุ ุซูู
ูู ูุงู ุชูุฑูู ุฃููููููุง ุชูุฌูุฒูุฆููู ุญูุชููู ุชูููุฑูุฃู ุจูุฃูุฎูุฑููุ ููุฅูู
ููุง ุชูููุฑูุฃู ุจูููุงุ ููุฅูู
ููุง ุฃููู ุชูุฏูุนูููุง ููุชูููุฑูุฃู ุจูุฃูุฎูุฑูู. ููููุงูู ู
ูุง ุฃูููุง ุจูุชูุงุฑูููููุงุ ุฅููู ุฃูุญูุจูุจูุชูู
ู ุฃููู ุฃูุคูู
ููููู
ู ุจูุฐููููู ููุนูููุชูุ ููุฅููู ููุฑูููุชูู
ู ุชูุฑูููุชูููู
ู. ููููุงูููุง ููุฑููููู ุฃูููููู ู
ููู ุฃูููุถูููููู
ูุ ููููุฑููููุง ุฃููู ููุคูู
ููููู
ู ุบูููุฑููู. ููููู
ููุง ุฃูุชูุงููู
ู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฃูุฎูุจูุฑููููู ุงูุฎูุจูุฑูุ ููููุงูู ููุง ูููุงูููุ ู
ูุง ููู
ูููุนููู ุฃููู ุชูููุนููู ู
ูุง ููุฃูู
ูุฑููู ุจููู ุฃูุตูุญูุงุจูููุ ููู
ูุง ููุญูู
ููููู ุนูููู ููุฒูููู
ู ููุฐููู ุงูุณููููุฑูุฉู ููู ููููู ุฑูููุนูุฉูุ ููููุงูู ุฅููููู ุฃูุญูุจููููุงุ ููููุงูู ุญูุจูููู ุฅููููุงููุง ุฃูุฏูุฎููููู ุงููุฌูููููุฉู.Seseorang sahabat dari al Anshar mengimami shalat mereka para shahabat lainnya di Masjid Quba. Setiap ia membuka bacaan di dalam shalatnya, ia membaca sebuah surat dari surat-surat lainnya yang ia selalu membacanya. Ia membuka bacaan surat di dalam shalatnya dengan [ูููู ูููู ุงูููู ุฃูุญูุฏู], sampai ia selesai membacanya, kemudian ia lanjutkan dengan membaca surat lainnya bersamanya. Ia pun melakukan hal demikan itu di setiap rakaโat shalatnya. Akhirnya para sahabat lainnya berbicara kepadanya, mereka berkata โSesungguhnya engkau membuka bacaanmu dengan surat ini, kemudian engkau tidak menganggap hal itu telah cukup bagimu sampai engkau pun membaca surat lainnya. Maka, jika engkau ingin membacanya bacalah surat itu saja, atau engkau tidak membacanya dan engkau hanya boleh membaca surat lainnyaโ. Ia berkata โAku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian suka untuk aku imami kalian dengannya, maka aku lakukan. Namun, jika kalian tidak suka, aku tinggalkan kalian,โ dan mereka telah menganggapnya orang yang paling utama di antara mereka, sehingga mereka pun tidak suka jika yang mengimami shalat mereka adalah orang selainnya. Sehingga tatkala Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mendatangi mereka, maka mereka pun menceritakan kabar tentang itu, lalu ia Nabi bersabda โWahai fulan, apa yang menghalangimu untuk melakukan sesuatu yang telah diperintahkan para sahabatmu? Dan apa pula yang membuatmu selalu membaca surat ini di setiap rakaโat shalat?โ Dia menjawab,โSesungguhnya aku mencintai surat ini,โ lalu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda โCintamu kepadanya memasukkanmu ke dalam surgaโ.[2]HADITS YANG MENJELASKAN SURAT AL IKHLASH SEBANDING DENGAN SEPERTIGA AL QUR`AN 1. Hadits Abu Saโid al Khudri Radhiyallahu anhu, ia berkataุฃูููู ุฑูุฌููุงู ุณูู
ูุนู ุฑูุฌููุงู ููููุฑูุฃู ูููู ูููู ุงูููู ุฃูุญูุฏู ููุฑูุฏููุฏูููุงุ ููููู
ููุง ุฃูุตูุจูุญู ุฌูุงุกู ุฅูููู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ูุ ููุฐูููุฑู ุฐููููู ููููุ ููููุฃูููู ุงูุฑููุฌููู ููุชูููุงูููููุงุ ููููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูููุฐููู ููููุณููู ุจูููุฏูููุ ุฅููููููุง ููุชูุนูุฏููู ุซูููุซู seseorang mendengar orang lain membaca [ูููู ูููู ุงูููู ุฃูุญูุฏู] dengan mengulang-ulangnya, maka tatkala pagi harinya, ia mendatangi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan menceritakan hal itu kepadanya, dan seolah-olah orang itu menganggap remeh surat itu, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam โDemi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya surat itu sebanding dengan sepertiga al Qur`anโ.[3]2. Hadits Abu Saโid al Khudri Radhiyallahu anhu pula, ia berkataููุงูู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ูุฃูุตูุญูุงุจููู ุฃููููุนูุฌูุฒู ุฃูุญูุฏูููู
ู ุฃููู ููููุฑูุฃู ุซูููุซู ุงูููุฑูุขูู ููู ููููููุฉูุ ูููุดูููู ุฐููููู ุนูููููููู
ูุ ููููุงูููุง ุฃูููููููุง ููุทููููู ุฐููููู ููุง ุฑูุณููููู ุงููููุ ููููุงูู ุงูููู ุงูููุงุญูุฏู ุงูุตููู
ูุฏูุ ุซูููุซู ุงูููุฑูุขูู.Nabi Shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada para sahabatnya โApakah seseorang dari kalian tidak mampu membaca sepertiga al Qur`an dalam satu malam saja?โ Hal itu membuat mereka keberatan, sehingga mereka pun berkata โSiapa di antara kami yang mampu melalukan hal itu, wahai Rasulullah?โ Lalu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda โAllahul Wahidush Shamad surat al Ikhlash, Red, adalah sepertiga al Qur`anโ.[4]3. Hadits Abu ad Darda` Radhiyallahu anhu, ia berkataุนููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ุฃููููุนูุฌูุฒู ุฃูุญูุฏูููู
ู ุฃููู ููููุฑูุฃู ููู ููููููุฉู ุซูููุซู ุงูููุฑูุขููุุ ููุงููููุง ูููููููู ููููุฑูุฃู ุซูููุซู ุงูููุฑูุขููุ ููุงูู ูููู ูููู ุงูููู ุฃูุญูุฏู ุชูุนูุฏููู ุซูููุซู ุงูููุฑูุขูู.Dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam , ia bersabda โApakah seseorang dari kalian tidak mampu membaca dalam satu malam saja sepertiga al Qur`an?โ Mereka pun berkata โDan siapa di antara kami yang mampu membaca sepertiga al Qur`an dalam satu malam, Red?โ Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda โ[ูููู ูููู ุงูููู ุฃูุญูุฏู] sebanding dengan sepertiga al Qur`anโ.[5]4. Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkataููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุงูุญูุดูุฏูููุง ููุฅููููู ุณูุฃูููุฑูุฃู ุนูููููููู
ู ุซูููุซู ุงูููุฑูุขููุ ููุญูุดูุฏู ู
ููู ุญูุดูุฏูุ ุซูู
ูู ุฎูุฑูุฌู ููุจูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููุฑูุฃู ูููู ูููู ุงูููู ุฃูุญูุฏูุ ุซูู
ูู ุฏูุฎูููุ ููููุงูู ุจูุนูุถูููุง ููุจูุนูุถู ุฅููููู ุฃูุฑูู ููุฐูุง ุฎูุจูุฑู ุฌูุงุกููู ู
ููู ุงูุณููู
ูุงุกูุ ููุฐูุงูู ุงูููุฐูู ุฃูุฏูุฎูููููุ ุซูู
ูู ุฎูุฑูุฌู ููุจูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููุงูู ุฅููููู ููููุชู ููููู
ู ุณูุฃูููุฑูุฃู ุนูููููููู
ู ุซูููุซู ุงูููุฑูุขููุ ุฃููุงู ุฅููููููุง ุชูุนูุฏููู ุซูููุซู ุงูููุฑูุขูู.Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda โBerkumpullah kalian, karena sesungguhnya aku akan membacakan kepada kalian sepertiga al Qur`an,โ maka berkumpullah orang yang berkumpul, kemudian Nabiyullah Shallallahu alaihi wa sallam keluar dan membaca [ูููู ูููู ุงูููู ุฃูุญูุฏู] surat al Ikhlash, red, kemudian beliau masuk kembali. Maka sebagian dari kami berkata kepada sebagian yang lain โSesungguhnya aku menganggap hal ini kabar yang datang dari langit, maka itulah pula yang membuat beliau masuk kembali,โ lalu Nabiyullah Shallallahu alaihi wa sallam keluar dan bersabda โSesungguhnya aku telah berkata kepada kalian akan membacakan sepertiga al Qur`an. Ketahuilah, sesungguhnya surat itu sebanding dengan sepertiga al Qur`anโ.[6]Dan masih banyak lagi hadits-hadits lainnya yang semakna dengan hadits-hadits yang telah disebutkan di atas, seperti hadits Abu Ayyub al Anshari Radhiyallahu anhu[7], Abu Masโud al Anshari Radhiyallahu anhu [8], dan lain-lain.[9]MEMBACA SURAT AL IKHLASH DAPAT MENJADI PENYEBAB MASUK SURGA Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , ia berkataุฃูููุจูููุชู ู
ูุนู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุ ููุณูู
ูุนู ุฑูุฌููุงู ููููุฑูุฃู ูููู ูููู ุงูููู ุฃูุญูุฏู. ุงูููู ุงูุตููู
ูุฏูุ ููููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุฌูุจูุชูุ ููููุชู ููู
ูุง ููุฌูุจูุชูุ ููุงูู ุงูุฌูููููุฉู.Aku datang bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam , lalu beliau mendengar seseorang membaca [ูููู ูููู ุงูููู ุฃูุญูุฏู. ุงูููู ุงูุตููู
ูุฏู] .Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda โTelah wajib,โ aku bertanya โApa yang wajib?โ Beliau bersabda, โTelah wajib baginya surga.โ [10]SURAT AL IKHLASH โDENGAN IZIN ALLAH- MELINDUNGI ORANG YANG MEMBACANYA, JIKA DIBACA BERSAMA SURAT AL FALAQ DAN AN NAAS Hadits Uqbah bin Amir al Juhani Radhiyallahu anhu, beliau berkataุจูููููุง ุฃูููุง ุฃูููููุฏู ุจูุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฑูุงุญูููุชููู ููู ุบูุฒูููุฉูุ ุฅูุฐู ููุงูู ููุง ุนูููุจูุฉูุ ูููู!ุ ููุงุณูุชูู
ูุนูุชูุ ุซูู
ูู ููุงูู ููุง ุนูููุจูุฉูุ ูููู!ุ ููุงุณูุชูู
ูุนูุชูุ ููููุงููููุง ุงูุซููุงููุซูุฉูุ ููููููุชู ู
ูุง ุฃูููููููุ ููููุงูู [ูููู ูููู ุงูููู ุฃูุญูุฏู] ููููุฑูุฃู ุงูุณููููุฑูุฉู ุญูุชููู ุฎูุชูู
ูููุงุ ุซูู
ูู ููุฑูุฃู [ูููู ุฃูุนูููุฐู ุจูุฑูุจูู ุงููููููู]ุ ููููุฑูุฃูุชู ู
ูุนููู ุญูุชููู ุฎูุชูู
ูููุงุ ุซูู
ูู ููุฑูุฃู [ูููู ุฃูุนูููุฐู ุจูุฑูุจูู ุงููููุงุณู]ุ ููููุฑูุฃูุชู ู
ูุนููู ุญูุชููู ุฎูุชูู
ูููุงุ ุซูู
ูู ููุงูู ู
ูุง ุชูุนููููุฐู ุจูู
ูุซูููููููู ุฃูุญูุฏู.Tatkala aku menuntun kendaraan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam sebuah peperangan, tiba-tiba beliau berkata โWahai Uqbah, katakana,โ aku pun mendengarkan, kemudian beliau berkata lagi โWahai Uqbah, katakana,โ aku pun mendengarkan. Dan beliau mengatakannya sampai tiga kali, lalu aku bertanya โApa yang aku katakan?โ Beliau pun bersabda โKatakan [ูููู ูููู ุงูููู ุฃูุญูุฏู]โ, lalu beliau membacanya sampai selesai. Kemudian beliau membaca [ูููู ุฃูุนูููุฐู ุจูุฑูุจูู ุงููููููู], aku pun membacanya bersamanya hingga selesai. Kemudian beliau membaca [ูููู ุฃูุนูููุฐู ุจูุฑูุจูู ุงููููุงุณู], aku pun membacanya bersamanya hingga selesai. Kemudian beliau bersabda โTidak ada seorang pun yang berlindung dari segala keburukan seperti orang orang yang berlindung dengannya tiga surat tersebutโ. [11]KEUTAMAAN SURAT AL IKHLASH, JIKA DIBACA BERSAMA SURAT AL FALAQ DAN AN NAAS KETIKA SESEORANG HENDAK TIDUR Hadits Aโisyah Radhiyallahu anha, beliau berkataุฃูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ุฅูุฐูุง ุฃูููู ุฅูููู ููุฑูุงุดููู ููููู ููููููุฉู ุฌูู
ูุนู ูููููููููุ ุซูู
ูู ููููุซู ููููููู
ูุงุ ููููุฑูุฃู ููููููู
ูุง [ูููู ูููู ุงูููู ุฃูุญูุฏู]ุ ูู [ูููู ุฃูุนูููุฐู ุจูุฑูุจูู ุงููููููู]ุ ูู[ูููู ุฃูุนูููุฐู ุจูุฑูุจูู ุงูููููุงุณู]ุ ุซูู
ูู ููู
ูุณูุญู ุจูููู
ูุง ู
ูุง ุงุณูุชูุทูุงุนู ู
ููู ุฌูุณูุฏูููุ ููุจูุฏูุฃู ุจูููู
ูุง ุนูููู ุฑูุฃูุณููู ููููุฌููููู ููู
ูุง ุฃูููุจููู ู
ููู ุฌูุณูุฏูููุ ููููุนููู ุฐููููู ุซููุงูุซู apabila Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ingin merebahkan tubuhnya tidur di tempat tidurnya setiap malam, beliau mengumpulkan ke dua telapak tangannya, kemudian beliau sedikit meludah padanya sambil membaca surat โQul Huwallahu Ahadโ dan โQul Aโudzu bi Rabbin Naasโ dan โQul Aโudzu bi Rabbil Falaq,โ kemudian setelah itu beliau mengusapkan ke dua telapak tangannya ke seluruh tubuhnya yang dapat beliau jangkau. Beliau memulainya dari kepalanya, wajahnya, dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali.[12]ORANG YANG BERDOA DENGAN MAKNA SURAT AL IKHLASH INI, IA AKAN DIAMPUNI DOSA-DOSANYA DENGAN IZIN ALLAH 1. Hadits Mihjan bin al Adruโ Radhiyallahu anha, beliau berkataุฃูููู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฏูุฎููู ุงูู
ูุณูุฌูุฏูุ ุฅูุฐูุง ุฑูุฌููู ููุฏู ููุถูู ุตููุงูุชููู ูููููู ููุชูุดููููุฏูุ ููููุงูู ุงูููููููู
ูู ุฅููููู ุฃูุณูุฃููููู ููุง ุงููููู ุจูุฃูููููู ุงูููุงุญูุฏู ุงูุฃูุญูุฏู ุงูุตููู
ูุฏู ุงูููุฐูู ููู
ู ููููุฏู ููููู
ู ููููููุฏู ููููู
ู ูููููู ูููู ูููููุงู ุฃูุญูุฏูุ ุฃููู ุชูุบูููุฑู ููู ุฐูููููุจููุ ุฅูููููู ุฃูููุชู ุงูุบูููููุฑู ุงูุฑููุญูููู
ูุ ููููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุฏู ุบูููุฑู ููููุ Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam masuk ke dalam masjid, tiba-tiba ada seseorang yang telah selesai dari shalatnya, dan ia sedang bertasyahhud, lalu ia berkata โYa Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu bahwa sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Esa, Yang bergantung kepadaMu segala sesuatu, Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara denganNya, ampunilah dosa-dosaku, karena sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,โ kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda โSungguh ia telah diampuni dosa-dosanya,โ beliau mengatakannya sebanyak tiga kali. [13]2. Hadits Buraidah bin al Hushaib al Aslami Radhiyallahu anha, beliau berkataุฃูููู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุณูู
ูุนู ุฑูุฌููุงู ูููููููู ุงูููููููู
ูู ุฅููููู ุฃูุณูุฃููููู ุฃููููู ุฃูุดูููุฏู ุฃูููููู ุฃูููุชู ุงูููู ูุงู ุฅููููู ุฅููุงูู ุฃูููุชู ุงูุฃูุญูุฏู ุงูุตููู
ูุฏู ุงูููุฐููู ููู
ู ููููุฏู ููููู
ู ููููููุฏู ููููู
ู ูููููู ูููู ูููููุงู ุฃูุญูุฏูุ ููููุงูู ููููุฏู ุณูุฃูููุชู ุงูููู ุจูุงูุงูุณูู
ู ุงูููุฐูู ุฅูุฐูุง ุณูุฆููู ุจููู ุฃูุนูุทููุ ููุฅูุฐูุง ุฏูุนููู ุจููู ุฃูุฌูุงุจู.Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mendengar seseorang berkata โYa Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu, bahwa diriku bersaksi sesungguhnya Engkau adalah Allah yang tidak ada ilah yang haq disembah kecuali Engkau Yang Maha Esa, Yang bergantung kepadaMu segala sesuatu, Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara denganNya,โ kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda โSungguh dirimu telah meminta kepada Allah dengan namaNya, yang jika Ia dimintai dengannya pasti akan memberi, dan jika Ia diseru dengannya, pasti akan mengabulkannyaโ.[14]Demikian sebagian hadits-hadits shahih yang menerangkan keutamaan-keutamaan surat al Ikhlash yang mulia ini. Dan masih banyak hadits-hadits lainnya yang menerangkan keutamaan-keutamaan surat ini, namun kebanyakan dhaโif lemah, atau bahkan maudhuโ palsu.[15] Sehingga, cukuplah bagi kita hadits-hadits yang shahih saja tanpa hadits-hadits yang dhaโif, terlebih lagi yang maudhuโ.Billahit taufiq.[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun X/1427H/2006M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo โ Purwodadi Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079] _______ Footnote [1] HR al Bukhari, 6/2686 no. 6940; Muslim, 1/557 no. 813; dan lain-lain. [2] HR al Bukhari, 1/268 no. 741; at Tirmidzi, 5/169 no. 2901; Ahmad, 3/141 no. 12455; dan lain-lain. [3] HR al Bukhari, 4/1915 no. 4726, 6/2449 no. 6267, 6/2685 no. 6939; Abu Dawud, 2/72 no. 1461; an Nasaa-i, 2/171 no. 995; dan lain-lain. [4] HR al Bukhari, 4/1916 no. 4727. [5] HR Muslim, 1/556, no. 811; Ahmad, 6/442, no. 27535; dan lain-lain. [6] HR Muslim, 1/557, no. 812; at Tirmidzi, 5/168 no. 2900; dan lain-lain. [7] HR at Tirmidzi, 5/167 no. 2896; an Nasaa-i, 2/171 no. 996; Ahmad, 5/418 no. 23593; dan lain-lain. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al Albani di dalam Shahih al Jamiโ, 2663 dan Shahih at Targhib wa at Tarhib, 2/197 no. 1481. [8] HR Ahmad, 4/122 no. 17147; dan lain-lain. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al Albani di dalam Shahih al Jamiโ, 4404. [9] Lihat Tafsir al Qur`an al Azhim, 8/520-523. [10] HR at Tirmidzi, 5/167 no. 2897; an Nasaa-i, 2/171 no. 994; dan lain-lain. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al Albani di dalam Shahih at Tirmidzi, Shahih an Nasaa-i, Shahih at Targhib wa at Tarhib 2/196 no. 1478, dan kitab-kitab beliau lainnya. Lihat pula hadits Anas bin Malik z pada sub judul Keutamaan Surat al Ikhlash Secara Umum. [11] HR an Nasaa-i, 8/251 no. 5430-5431; dan lain-lain. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al Albani di dalam Shahih an Nasaa-i. [12] HR al Bukhari, 4/1916 no. 4729; Abu Dawud, 4/313 no. 5056; dan lain-lain. [13] HR Abu Dawud, 1/259 no. 985; an Nasaa-i, 3/52 no. 1301; Ahmad, 4/338 no. 18995; dan lain-lain. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al Albani di dalam Shahih Abi Dawud dan Shahih an Nasaa-i. Lihat pula Shifat Shalat Nabi, hlm. 186. [14] HR Abu Dawud, 2/79 no. 1493; at Tirmidzi, 5/515 no. 3475; Ibnu Majah, 2/1267 no. 3857; Ahmad, 5/349 no. 23002, 5/350 no. 23015, 5/360 no. 23091; dan lain-lain. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al Albani di dalam Shahih Abi Dawud, Shahih at Tirmidzi, Shahih Ibnu Majah, Shahih at Targhib wa at Tarhib 2/280 no. 1640. [15] Lihat Tafsir al Qur`an al Azhim, 8/518-527; al Jamiโ li Ahkam al Qur`an 20/227-232 dan ad Durr al Mantsur, 8/669-682.
menghancurkan musuh dengan surat al ikhlas