MasjidAs Safinatun Najah, Masji yang Berbentuk Kapal Nabi Nuh - Semarang memang kaya akan tempat wisatanya mulai dari wisata alam, wisata sejarah,wisata religi, dan lebih banyak lagi. Dikesempatan kali ini mengulas salah satu tempat wisata yang ada di Semarang, yaitu Masjid As Safinatun Najahmari simak ulasan berikut. TiketKapal Informasi jalur kapal di Indonesia dan harga tiket nya; Pantai Marina Semarang: Daya Tarik & Tiket Masuk 2022. Dwi Okta follow. Mahasiswi jurusan pariwista di salah satu Universitas di Indonesia. Published 15 Maret 2021. Share. 0 reply. Harga Tiket: Rp5.000: Jam Buka: 24 Jam: No Telepon-Alamat: Jalan Yos Sudarso, Kompleks PRPP Untukmemasuki gerbang masjid, kini sudah dikenakan tiket masuk. Tertulis Rp3.000, untuk tiket masuk, dan Rp2.000, untuk tiket parkir roda dua. Masjid kapal ini pun seolah menjadi destinasi wisata religi. Masjid kapal terdiri dari bangunan tiga lantai, dengan panjang kurang lebih 50 m dengan lebar 17 m dengan tinggi 14 m dan berdiri di lahan Masjidyang dibangun pada 2015 ini juga dibuat seakan-akan mengapung di atas air. Pintu masuk ke bagian bawah masjid (rangka kapal) adalah jembatan pendek di atas air. Masjid ini memiliki tiga pintu masuk di sisi kanan, dan tiga pintu masuk di sisi kiri. Untuk masuk ke sini, kamu perlu membayar tiket seharga Rp 3.000. HargaTiket. Untuk bisa masuk ke Museum Kota Lama, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang telah menyiapkan aplikasi pemesanan tiket online yaitu "Lunpia" yang bisa anda unduh di playstore atau appstore. Meskipun anda diharuskan untuk memesan tiket, namun anda tidak perlu mengeluarkan biaya karena tiket masuknya gratis. permainan softball berasal dari olahraga tradisional yakni. Berbicara mengenai wisata religi, lokasi yang sering dikunjungi memang tidak jauh-jauh dari masjid, makam wali atau kyai kondang, pura, gereja, hingga goa yang dikeramatkan. Nah, apabila Anda berencana liburan ke Semarang, salah satu spot rekreasi religi yang sayang untuk dilewatkan adalah Masjid As Safinatun Najah karena punya desain arsitektur berbentuk kapal. Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan wisata religi. Wisata religi dapat dikatakan sebagai jenis wisata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rohani manusia guna memperkuat iman dengan mendatangi tempat-tempat yang dianggap memiliki nilai religius.[1] Penamaan ini terjadi secara tiba-tiba dan secara langsung terjadi sebuah kesepakatan antara beberapa kalangan, seperti penyedia jasa wisata, pengelola makam, pemuka masyarakat, dan tentu saja masyarakat itu sendiri. Layaknya wisata alam atau wisata budaya, wisata religi memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan dengan nilai-nilai kerohanian dan toleransi antar umat beragama yang dapat menjadi pedoman bagi kehidupan.[2] Indonesia sendiri memiliki potensi wisata yang sangat besar lantaran sejak dahulu negara ini dikenal dengan masyarakatnya yang sangat religius, dengan bangunan atau tempat bersejarah yang memiliki arti khusus bagi warga. Masjid Kapal Semarang google ratna agustini Tidak sulit menemukan wisata religi di Indonesia karena Anda bisa mendatangi banyak daerah. Nama-nama yang sudah cukup populer antara lain Gresik dan Surabaya di Jawa Timur, Pulau Bali, Minahasa dan Manado di Sulawesi, hingga Aceh. Selain itu, Anda pun bisa mendatangi Semarang karena ibukota Provinsi Jawa Tengah ini punya masjid unik dengan bentuk menyerupai kapal Nabi Nuh. Bernama Masjid As Safinatun Najah, tempat tersebut beralamat di Jalan Kyai Padak, Podorejo, Kota Semarang. Dibangun pada tahun 2014 lalu, perjalanan menuju masjid ini terbilang tidak sulit. Selain dapat memanfaatkan peta di aplikasi Google Maps, wisatawan pun bisa mengakses masjid melalui banyak jalur, termasuk lewat Jalan Prof. Dr. Hamka, dilanjutkan ke Jalan Gondoriyo. Kemudian, cukup lurus mengikuti arah hingga nantinya sampai di Kelurahan Podorejo. Di titik ini, ada papan penunjuk arah menuju masjid. Lalu, apa keistimewaan Masjid As Safinatun Najah? Masjid yang punya arti kapal penyelamat ini mengusung arsitektur menyerupai kapal atau bahtera yang ditumpangi Nabi Nuh ketika selamat dari bencana banjir besar. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian tempat ini juga kerap disebut dengan Masjid Kapal. Tidak hanya berdesain mirip kapal, bangunan ini juga dilengkapi dengan jendela berbentuk bulat berjumlah 74 unit, buritan, serta haluan yang terdiri dari tiga lantai. Interior Masjid Kapal Semarang google wahyu budiaji Merupakan milik Yayasan Safinatun Najaat, lantai pertama bangunan masjid digunakan untuk aula. Bahkan, ada pengobatan alternatif yang diadakan setiap hari Sabtu, Minggu, Senin, dan Selasa. Sementara itu, lantai tiga bangunan berfungsi sebagai tempat untuk beribadah atau salat. Nah, untuk lantai atas, digunakan sebagai ruang perpustakaan. Total, masjid ini memiliki panjang 50 meter, lebar 17 meter, dan tinggi 14 meter, dengan luas bangunan sekitar meter persegi. Tidak seperti masjid pada umumnya, Masjid As Safinatun Najah malah cukup jarang dijadikan lokasi beribadah masyarakat sekitar. Pasalnya, lokasi masjid berada di tengah hutan dan persawahan, cukup jauh dari perkampungan penduduk. Selain itu, di kampung terdekat, juga sudah terdapat masjid cukup besar sebagai pusat kegiatan ibadah. Sehingga, masjid ini fokusnya sebagai tempat kegiatan sosial hingga sebagai tujuan wisata. Harga Tiket Masjid Kapal Semarang Interior Masjid Kapal Semarang google Moezacki Untuk wisatawan yang berniat mengunjungi dan berkeliling Masjid As Safinatun Najah, akan dikenakan tiket masuk dengan harga hanya per orang. Biaya tersebut belum termasuk tarif parkir kendaraan bermotor yang dipatok untuk sepeda motor. Dana dari pengunjung ini nantinya akan digunakan sebagai biaya pengurusan dan pengelolaan masjid. Penginapan Dekat Masjid Kapal Semarang Karena berada di tengah hutan dan sawah, agak sulit menemukan penginapan yang berlokasi dekat dengan Masjid As Safinatun Najah. Paling dekat adalah RedDoorz di Jalan Raya Kaliwungu, Kendal atau berselang sekitar 3,4 km. Tarif akomodasi ini mulai Rp133 ribuan per malam. Alternatif lainnya adalah Fam’s Homestay di Mijen, Semarang yang berjarak 5,8 km. Rumah dengan fasilitas satu kamar ini disewakan dengan biaya mulai Rp300 ribuan per malam. [1] Muhammad Fahrizal Anwar, Djamhur Hamid, Topowijoyo. 2017. Analisis Dampak Pengembangan Wisata Religi Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim dalam Kehidupan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Sekitar Studi pada Kelurahan Gapurosukolilo Kabupaten Gresik. Jurnal Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya, Vol. 441 186-193. [2] Rawis, Prisylia R., J. Posumah, Jericho Denga Pombengi. 2015. Pengembangan Objek Wisata Religius dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah PAD Suatu Studi pada Objek Wisata Bukit Kasih Toar Lumimu’ut Kanonang Kabupaten Minahasa. Jurnal Administrasi Publik UNSRAT, Vol. 229. Semarang menjadi kota yang banyak berdiri pondok pesantren sehingga mendapat julukan sebagai kota santri. Kota Semarang juga memiliki banyak destinasi wisata religi yang unik, salah satunya Masjid As Safinatun yang bentuknya menyerupai kapal Nabi Tiket Gratis, Jam Operasional WIB, Alamat Jl. Kyai Padak, Podorejo, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah.; Map Cek LokasiKota Semarang memang terkenal sebagai kota santri dengan berdirinya puluhan pondok pesantren yang berada di wilayahnya. Tentunya juga tidak heran jika terdapat sebuah lokasi untuk wisata religi yang banyak mendapat kunjungan dari sekitar ataupun luar satunya yaitu masjid As Safinatun Najah atau yang lebih dikenal dengan sebutan masjid kapal Semarang karena bentuknya yang terinspirasi dari kapal Nabi Nuh Tempat ini sempat sangat viral di media sosial karena bentuk arsitekturnya yang unik dan ruang dan fasilitas dibangun untuk memenuhi kebutuhan pengunjung termasuk untuk beribadah sebagai fungsi utama. Jika Anda penasaran seperti apa gambaran lengkapnya, intip beberapa ulasan terkait di bawah ini.➥ Cek Tiket Kelenteng Agung Sam Poo KongSejarah Berdirinya Masjid As Safinatun NajahDaya Tarik & Keunikan Masjid Kapal Semarang1. Gedung Serbaguna2. Perpustakaan3. Rooftop4. Pemandangan Alam5. Taman Aneka Satwa6. KolamAlamat dan Rute Menuju LokasiFasilitas yang Tersedia di Masjid Kapal SemarangSejarah Berdirinya Masjid As Safinatun NajahPhoto by Andi Sportax on FacebookSebagai sebuah bangunan masjid yang didirikan untuk tujuan tempat ibadah, ternyata keunikan desainnya membuat orang juga ingin mengeksplorasi setiap detail yang ada. Dibangun pada sekitaran tahun 2015, di atas sebuah tanah dengan luas 7,5 hektare dengan ukuran bangunannya 2 hektare. Dana untuk pembangunan mencapai hingga 5 miliar mulanya pembangunan ini dilakukan atas sebuah wasiat dari salah satu keluarga dari Uni Emirat Arab. Sesuai amanah yang diberikan, desain arsitekturnya memang harus dibuat seperti bahtera kapal Nabi Nuh Pemimpin yayasan yang ada di Indonesia kemudian mengabulkan keinginan tersebut dan merealisasikannya secara nyata di tanah yang berlokasi pada wilayah Semarang berbagai penyesuaian, penganggaran, dengan segala hal yang dibutuhkan tentu tidak mudah untuk mewujudkan deskripsi keinginan sang pewasiat. Namun usaha terus dilakukan, dengan terus mencari referensi desain yang kiranya mendekati dengan apa yang setelah di amanahkan prosesnya, desain kapal Nabi Nuh kemudian menemukan sebuah inspirasi yang sesuai dengan keinginan keluarga dari Uni Emirat Arab tersebut. Sebuah masjid kota Islambad Turki yang sesuai dengan deskripsi dimaksudkan kemudian diolah dan disesuaikan dengan keadaan tanah dan juga komplek untuk pembangunannya. Sehingga terbentuknya sebuah kreasi desain masjid kapal Semarang tentu pembangunan ini bukan tanpa filosofi atau hanya mengedepankan estetis saja. Tujuan dibentuk dan didesain sedemikian rupa agar umat Islam dapat terus mengingat kisah Nabi Nuh dengan segala suri tauladannya, sehingga bisa mengambil hikmahnya dan menerapkan pada kehidupan dan keunikan yang ditawarkannya tidak luput dari pemilihan lokasi yang kebetulan mendapatkan satu komplek wilayah dengan harga murah dan suasana yang yang mendukung. Dengan bantuan sekitar 40 pekerja akhirnya bangunan masjid ini berdiri kokoh dan apik di atas tanah persawahan yang asri. Hingga pada akhirnya banyak orang berkunjung untuk beribadah atau melihat kemegahannya.➥ One Day Tour Semarang Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Kota Lama, CimoryDaya Tarik & Keunikan Masjid Kapal SemarangPhoto by Piknik Yuk on Facebook1. Gedung SerbagunaBangunan pada Masjid As Safinatun Najah dibuat ke dalam tiga bagian atau tingkat. Pada lantai dasarnya difungsikan sebagai tempat untuk penyelenggaraan kegiatan warga. Bisa dikatakan difungsikan untuk gedung serbaguna. Sehingga bagi warga sekitar yang akan melaksanakan kegiatan seperti pernikahan dan hajatan bisa menyewanya untuk dijadikan lokasi banyak dari Anda yang mungkin bingung, kenapa masjid cantik ini dijadikan sebagai tempat untuk hajatan, apakah tidak mengganggu kegiatan ibadahnya? tentu saja tidak. Desain yang dibuat sedemikian rupa memungkinkan untuk mengfungsikannya pada hal-hal seperti itu, tanpa mengganggu kegiatan ibadah yang sedang berlangsung. Karena juga terdapat aturan dan pembatasan kegiatan yang akan PerpustakaanDaya tarik selanjutnya yang dimiliki oleh masjid Kapal Semarang adalah keberadaan Perpustakaan di dalamnya. Sebenarnya jika mengacu pada falsafah pemanfaatan masjid pada masa Rasululloh, hal ini adalah wajar karena memang dulu dijadikan sebagai tempat untuk belajar dan mengajar. Di sini tempatnya berada di lantai 3 bersandingan dengan rofftop. Terdapat banyak sekali koleksi yang dimiliki, sehingga Anda bisa membacanya sembari melakukan kunjungan dan beristirahat sebentar sebelum melanjutkan aktivitas setelah beribadah. Pengelolaannya juga bagus dan rapi. Sehingga banyak sekali Mahasiswa dari perguruan tinggi terdekat yang ikut memanfaatkannya sebagai tempat mencari bahan referensi mata kuliah yang RooftopSeperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa bangunan ini terdiri atas tiga bagian, yaitu lantai dasar, lantai utama, dan juga lantai atas. Dimana di sana terdapat sebuah tempat yang difungsikan sebagai lokasi penempatan kubah masjid, perpustakaan, dan juga balai untuk bersantai. Tentunya keberadaan tempat ini menjadi salah satu daya tarik untuk memikat pengunjung yang sedang melakukan titik tersebut, Anda bisa menyaksikan pandangan kebun, sawah, pohon-pohon dan indahnya komplek masjid dengan lanskap lebih luas. Tentu ini adalah sebuah pengalaman menarik untuk dinikmati. Bayangkan saja bisa bersantai, sembari membaca buku yang ada di perpustakaan dengan semilir angin yang sejuk ditambah pemandangan hijau dari pepohonan yang ada, tentu sangat menyegarkan di Pemandangan AlamTahukah Anda, apa yang membuatnya begitu mirip dengan replika sebuah kapal? yaitu selain bentuknya yang serupa juga karena di sekitarnya terdapat perairan sawah. Keadaan tersebut yang kemudian memberikan sentuhan nyata seolah benar-benar di atas perairan seperti kapal yang sedang memang berada di perkebunan dan perkampungan sehingga tidak heran jika masih sangat asri dan nnyaman untuk di singgahi. Jauh dari bising kendaraan kota dan juga lalu lintas padatnya. Cocok untuk merefresh otak dan juga menambah kualitas ibadah. pemandangan alam inilah yang bisa menjadi nilai tambah untuk menarik kunjungan dari Taman Aneka SatwaSelain difungsikan untuk menjadi tempat beribadah , belajar, dan melakukan kegiatan lainnya, ternyata di area Masjid As Safinatun Najah juga digunakan untuk menampung satwa di sekitarnya. Saat Anda berkunjung akan melihat banyak jenis satwa berkeliaran di area komplek masjid. Sehingga hal ini menjadi satu keunikan tersendiri yang tentunya tidak banyak ditemukan di bangunan serupa dimanapun.➥ Promo Hotel di SemarangKambing dan segala jenis satwa akan terlihat berkeliaran bebas memakan rumput dan melakukan aktivitasnya tanpa khawatir diburu atau diusir. Tentunya, lokasinya tidak di bagian masjidnya, namun di bagian taman yang memang sengaja diperuntukkan untuk kegunaan ini. Karena bagaimanapun kebersihan sekitar tempat utama selalu dijaga agar memberikan kenyamanan orang yang KolamSetelah mencapai seperempat pembangunan pada sekitar tahun 2015, pengelola juga mengupayakan sebuah kolam untuk dijadikan sebagai spot tambahan. Tentunya ini bukan bangunan kolam untuk berenang, tapi sejenis air mancur dan tempat ikan hias. Namun, keberadaannya cukup memberikan sentuhan yang lebih natural dan juga spot ini banyak hal yang bisa dilakukan, duduk santai atau melihat ke dalam air yang terlihat begitu sejuk. Tentu banyak saat ini masjid yang sudah dilengkapi oleh bagian ini. Namun, keindahan dan perpaduan arsitektur dengan alam sekitarnya memberikan nilai tambah saat ditempatkan kolam pada salah satu dan Rute Menuju LokasiPhoto by Ayu Puspita Sari on Google MapsSeperti yang diketahui bersama bahawa masjid kapal ini berlokasi di salah satu wilayah yang berada di area administratif Semarang. Secara lebih lengkapnya alamatnya yaitu berada di Podorejo, Kecamatan Ngaliyan. Jarak destinasi wisata religi ini dengan pusat kotanya yaitu sekitar 17 km. Akses jalannya cukup bagus, karena memang terletak di area cukup dalam di sebuah Anda berasal dari luar kota, maka langkah awal dari perjalanan wisata ini harus dimulai dulu dengan menuju pusat Kota Semarang, Jawa Tengah. Setelah sampai, kemudian lanjutkan menuju daerah Ngaliyan. Jangan khawatir tersesat, ikuti saja petunjuk jalan yang ada di setiap bahu jalan. Setelah berada di wilayah tersebut, dan masih kebingungan bisa kemudian mengambil alternatif bertanya kepada jika merasa memiliki keterbatasan bahasa untuk bertanya, bisa menggunakan rute yang ada di google map atau sejenisnya. Saat Anda berada di sekitar wilayah pasar Ngaliyan, berarti sisa waktu tempuh yang harus dilalui hanya sekitar 20 menit saja. Lanjutkan perjalanan hingga menemukan sebuah Gapura dari kayu Jati yang bertuliskan nama masjid kapal tersebut yaitu Safinatun ini adalah wilayah ibadah, ternyata Anda juga harus membayar tiket masuk untuk menikmati dan menggunakannya. Hal ini ditujukan sebagai biaya perawatan fasilitas yang ada agar tetap terjaga dan nyaman digunakan. Sekitar Rp 3000,- yang harus dibayarkan, namun ini juga termasuk biaya parkir sehingga tidak memberatkan karena Anda juga bisa dengan leluasa menikmati setiap sudut yang Tersedia di Masjid Kapal SemarangPhoto by Nanang Alfian Edly on InstagramTerkait fasilitasnya tentu sudah tidak diragukan lagi, sebagai bangunan ibadah dan juga destinasi wisata religi tentu terbilang cukup mapan secara fisik dan kelengkapannya. Terlebih di sana juga tersedia banyak sekali ruangan tambahan yang sengaja dibuat untuk memberikan tempat berkegiatan dan juga bersantai. Sarana prasarananya benar-benar terjaga dan lengkap, seperti toilet, lahan parkir, dan juga taman yang beberapa hal yang bisa Anda temukan saat berada di wilayah Masjid kapal Semarang. Tentunya kunjungan akan menjadi lebih bermakna jika dibarengi dengan kebutuhan ibadah dan juga mencari buku referensi yang ada di perpustakaannya. Di Jawa Tengah, ada wisata religi yang unik dan menarik untuk dikunjungi. Namanya adalah Masjid Kapal satu keunikan dari masjid ini adalah pada desainnya yang menyerupai kapal yang konon terinspirasi dari kapal Nabi Nuh tahu lebih lanjut tentang destinasi Masjid Kapal Semarang? Yuk simak, Moms!Baca juga Menyusuri Peninggalan Sejarah di Kota Lama Semarang, Intip Daya Tarik dan LokasinyaSejarah Masjid Kapal SemarangFoto Sejarah Masjid Kapal Semarang Bentuk Masjid Kapal Semarang Kapal Semarang dibangun pada tahun 2015 dengan luas tanah sekitar 7,5 hektar dan luas bangunan sekitar 2 kabar yang tersiar, pembangunan masjid ini menghabiskan dana hingga atau lima miliar rupiah lebih, lho!Awal dibangunnya masjid ini adalah karena adanya sebuah wasiat dari salah satu keluarga dari Uni Emirat Arab UAE.Wasiat tersebut berisi harapan untuk membangun masjib yang mirip bahtera kapal Nabi Nuh pimpinan sebuah yayasan pondok pesantren mengabulkannya dan membangun masjid di wilayah dibuat dengan bentuk dan desain yang menyerupai kapal, sesuai dengan yang tertera pada surat wasiat ini memiliki nama asli Masjid Safinatun karena bentuknya seperti kapal, banyak yang menyebutnya Masjid Kapal Tarik Wisata Masjid Kapal SemarangFoto Daya Tarik Wisata Masjid Kapal Semarang Interior Masjid destinasi wisata religi, ada beberapa daya tarik yang bisa Moms jumpai di Masjid Kapal Semarang, yaitu sebagai Desain Masjid yang Mirip KapalDaya tarik utama yang membuat masjid ini unik adalah desain bangunannya yang dibuat menyerupai kapal yang ada di atas di sekeliling bangunan masjid, ada kolam yang membuat bangunan jadi seperti kapal yang sedang sekitar masjid juga ada banyak pemandangan hijau, seperti sawah, perkebunan, dan pepohonan PerpustakaanBagi yang gemar membaca, wajib mampir ke perpustakaan yang ada di Masjid Kapal ini berada di lantai 3 masjid yang sering digunakan untuk kegiatan belajar dan yang datang diperbolehkan untuk membaca koleksi buku yang ada di perpustakaan Gedung SerbagunaSelain perpustakaan, di lantai 1 juga terdapat gedung serbaguna yang bisa digunakan untuk melakukan berbagai untuk menggelar hajatan atau acara pernikahan, bagi warga serbaguna di lantai 1 pada masjid ini juga sudah didesain agar tidak mengganggu kegiatan bisa digunakan untuk acara pribadi, ada beberapa aturan dan batasan yang dibuat di Rooftop untuk Lihat PemandanganJika berkunjung ke Masjid Kapal Semarang, Moms harus naik ke rooftop untuk melihat bagian rooftop ini terdapat kubah masjid, ruang perpustakaan dan balai untuk tempat rooftop ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang ke masjid ketinggian rooftop, Moms akan disuguhkan pemandangan sawah, kebun dan pepohonan indah yang ada di sekitar heran bagian teratas dari Masjid Kapal Semarang ini menjadi salah satu tempat favorit bagi banyak orang untuk bersantai sambil membaca juga Embung Batara Sriten, Wisata di Gunung Kidul dengan Pemandangan Indah5. Air Mancur dan Kolam IkanDi sekitar area Masjid Kapal Semarang, ada juga sebuah spot yang dijadikan sebagai kolam ikan hias dan kolam air menambah keindahan, spot ini juga menjadi favorit bagi pengunjung yang karena di sekitar kolam disediakan tempat untuk duduk-duduk sambil memandangi indahnya air mancur dan ikan-ikan yang ada di Harga Tiket, dan Jam Buka Masjid Kapal SemarangFoto Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Buka Masjid Kapal Semarang Area Ibadah Kapal Semarang memang lokasinya cukup jauh dari pusat inilah yang menjadikan masjid ini terasa asri, sejuk, dan tenang. Beribadah di sini pun jadi terasa nyaman dan Moms ingin berkunjung, datanglah ke Desa Podorejo yang ada di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Provinsi Jawa masjid ini tepatnya ada di Jl. Kyai Padak yang ada di Desa datang dari pusat Kota Semarang, untuk sampai ke masjid ini Moms harus menempuh perjalanan sekitar 17 tenang saja, karena akses jalan di sini cukup bagus sehingga bisa dilewati kendaraan pribadi roda dua maupun roda tiket masuk untuk berkunjung ke Masjid Kapal Semarang sangat terjangkau, yaitu hanya membawa kendaraan pribadi, Moms akan dikenai biaya parkir tambahan. Untuk mobil dan motor ini buka setiap hari dari pukul WIB hingga bisa digunakan untuk tempat beribadah, tempat ini juga bisa dijadikan sebagai tempat bersantai dan mencari sebuah juga Kembali ke Zaman Dahulu, Gamplong Studio Alam Eduksi sambil Berwisata Perfilman!Tips Berkunjung ke Masjid Kapal SemarangFoto Tips Berkunjung ke Masjid Kapal Semarang Suasana Sore Masjid Kapal liburan Moms bersama keluarga ke Masjid Kapal Semarang lancar dan menyenangkan, ada tips hal-hal yang perlu ini beberapa di antaranyaWaktu terbaik untuk mengujungi Masjid Kapal Semarang adalah di pagi dan sore hari, terutama jika ingin melihat sunrise dan sunset di berencana untuk merasakan suasana salat berjamaah di masjid ini, sebaiknya datanglah menjelang waktu salat ingin berfoto, jangan lupa siapkan gawai dan kamera yang dimiliki. Namun, jangan berisik dan mengganggu pengunjung yang ingin ibadah membawa anak-anak, pastikan untuk meminta mereka tidak berlarian dan berisik karena bisa mengganggu pengunjung untuk menjaga kebersihan dan jangan merusak keindahan dan fasilitas yang ada di Masjid Kapal pembahasan mengenai Masjid Kapal Semarang, destinasi wisata religi unik di Jawa Tengah yang wajib bermanfaat! Masjid Kapal Semarang memang lagi heboh belakangan ini di media sosial. Hal ini sangat wajar sih, karena selain bentuknya yang unik, hal ini tentu sangat langka. Masjid Kapal Semarang yang viral ini sebenarnya bernama Masjid Safinatun Najah dan berada di Jalan Kyai Padak, Dukuh Padaan, Kelurahan Podorejo, Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Masjid Kapal Semarang Masjid Safinatun Najah Image By IG Masjid yang didanai oleh KH Achmad dimana beliau merupakan ulama dari Semarang ini memang terinspirasi dari kapal atau bahtera milik Nabi Nuh AS. Keindahan Masjid Kapal Semarang Masjid Safinatun Najah atau Masjid Kapal ini memiliki luas total meter persegi dan berdiri diatas lahan seluas 7,5 hektar. Untuk pengembangannya, ada beberapa bangunan lain, salah satunya adalah untuk klinik yang berada disebelah kiri dan asrama putri berada dibelakang bangunan utama. Bangunan ini terdiri dari 4 lantai dengan fungsi yang berbeda-beda, untuk yang pertama untuk ruang pertemuan, kedua dan ketiga untuk tempat beribadah, dan untuk keempat sebagai atap sekaligut untuk melihat pemandagan sekitar masjid yang masih sangat asri dan indah. Masjid Kapal Semarang Masjid Safinatun Najah, Image By IG arumwulaningsih Masjid Kapal Semarang ini memiliki 6 pintu utama disamping kanan dan kiri dengan 74 jendela berbentuk bula yang memang mirip sekali dengan bentul kapal raksasa. Yang paling unik adalah adalnya kolam kecil yang mengelilingi Masjid Kapal ini, agar tampak seperti kapal yang berlayar diatas air. Waktu yang paling bagus berkunjung ke Masjid Kapal Semarang adalah saat sore hari, mulai dari perjalanan, kita akan disuguhkan banyak sawah dan hutan, dan puncaknya kita, bakal menikmati indahnya matahari tenggelam atau sunset dari atas Masjid Kapal. Untuk menuju masjid Kapal Semarang ini bisa dibilang gampang-gampang susah, namun jangan kawatir karena memang berada tepat di Jl. Kyai Padak, Podorejo, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Jika memang kesulitan membaca peta atau google maps, jangan ragu untuk bertanya kepada penduduk sekitar. Akses jalan memang masih dibilang agak sempit namun untuk kendaraan roda 4 masih aman kok. Untuk kendaraan umum secara resmi memang belum ada, dan apabila menggunakan busa besar sebelum mencapai lokasi masjid ada jasa antar jemput yang menggunakan colt-elf. Harga Tiket Masuk & Fasilitas Masjid Kapal Semarang Untuk fasilitas bisa dibilang cukup lengkap, mulai dari toilet hingga penjual makanan disekitar Masjid. Untuk Harga Tiket Masuk Masjid Kapal Semarang dikenakan biaya per orang. Untuk parkir motor per motor. Menakjubkan sekali bukan Masjid Kapal Semarang atau Masjid Safinatun Najah ini? Jangan lupa komentar ya. › Nusantara›Sembahyang dan Pelesiran di... Masjid Safinatun Najah atau kerap disebut Masjid Kapal di Kelurahan Podorejo, Ngaliyan, Kota Semarang, jadi jujugan warga sembahyang, termasuk saat Ramadhan. Arsitektur kapal diilhami bahtera penyelamat Nabi Nuh. KOMPAS/KRISTI D UTAMISuasana di sekitar Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid yang berarsitektur unik itu didirikan karena pemiliknya terinspirasi dari kapal penyelamat milik Nabi Nuh. Sejak dibangun pada 2015, masjid itu ramai didatangi pengunjung dari sejumlah daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Ramadhan, umat Islam berbondong-bondong mendatangi masjid. Mereka memanjatkan doa agar diberi kekuatan dan kesehatan menjalankan puasa. Di Kota Semarang, Jawa Tengah, ada masjid serupa kapal yang bisa jadi pilihan tempat yang berembus sepoi di antara jendela-jendela bulat menyapu wajah Agus 47 yang sedang berbaring di selasar Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Warga Desa Donorejo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, itu baru saja menunaikan shalat Dzuhur di rumah ibadah yang terkenal dengan sebutan Masjid Kapal tersebut. Di sekitar Agus, puluhan orang juga membaringkan badan di ubin masjid yang adem. Sebagian orang duduk-duduk bersandar di dinding masjid sambil mengobrol atau sekadar melihat-lihat layar itu, Agus berniat melepas penat sebelum menempuh perjalanan sekitar 50 kilometer untuk kembali ke rumahnya. Sabtu pagi, Agus berangkat menggunakan sepeda motor ke Podorejo bersama istri dan anak ketiganya. Mereka datang ke masjid berarsitektur menyerupai kapal itu untuk sembahyang, memohon kesehatan, dan kelancaran dalam menjalani ibadah D UTAMIPengunjung shalat di Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari banyak daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Selain untuk berwisata, pengunjung mendatangi masjid itu untuk sembahyang di masjid-masjid di luar kota sebelum menjalani ibadah puasa sudah seperti agenda wajib bagi keluarga Agus. Tahun lalu, misalnya, keluarga itu mendatangi Masjid Nahdlatul Bahri di Kabupaten Jepara. Arsitektur masjid itu juga disebutnya unik, mirip dengan Masjid Al-Aqsha Menara Kudus.”Berdoa memang bisa di mana saja, tetapi rasanya semakin senang kalau bisa beribadah di masjid yang bangunannya indah. Kebetulan, kebiasaan ini menular ke anak bungsu saya, jadi sekarang ini malah dia yang selalu mengajak jalan-jalan lihat masjid-masjid indah sebelum puasa,” kata Agus saat ditemui, melihat Masjid Safinatun Najah yang dibangun pada 2015 itu, Agus merasa terkesan. Masjid berbentuk kapal yang didirikan di lahan seluas meter persegi itu memiliki panjang 50 meter, lebar 17 meter, dan tinggi 14 juga Menyambut Ramadhan di Mushala Tertua Kota TegalKOMPAS/KRISTI D UTAMIPengunjung melintas di dekat jendela yang berada di lantai tiga Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari daerah-daerah lain, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Normalnya, masjid tersebut dikunjungi hingga orang dalam sehari. Selama pandemi, jumlah pengunjung turun menjadi 150-250 orang per bonus berfotoMasjid yang berdiri di tengah-tengah sawah dan hutan jati itu memiliki empat lantai. Lantai pertama biasanya digunakan untuk beristirahat atau tempat pertemuan, sedangkan lantai dua digunakan untuk shalat maupun pengajian. Lantai tiga masjid yang dicat warna coklat, krem, dan kuning itu digunakan untuk tempat belajar bahasa Inggris dan bahasa Arab. Adapun lantai empat digunakan untuk tempat foto atau melihat Podorejo dari cuaca cerah, pengunjung di lantai empat akan disambut pemandangan hamparan sawah dan hutan jati menghijau dengan atap langit biru. Tak heran jika lantai itu dipenuhi pengunjung yang akan memang bisa di mana saja, tetapi rasanya semakin senang kalau bisa beribadah di masjid yang bangunannya indah. Kebetulan, kebiasaan ini menular ke anak bungsu saya, jadi sekarang ini malah dia yang selalu mengajak jalan-jalan lihat masjid-masjid indah sebelum puasa. AgusAsih 40, warga Kecamatan Mijen, Kota Semarang, adalah salah satu pengunjung yang mengantre untuk berfoto. Ia sudah memegang referensi foto dari ketinggian dengan latar belakang sawah yang ia dapatkan dari sebuah unggahan di Instagram.”Rencananya mau foto seperti ini. Dari lama sudah pengin ke sini, tapi belum ada waktu. Karena hari ini libur kerja, jadi berangkat,” ujar Asih sambil menunjukkan sebuah foto di layar D UTAMIPengunjung berfoto di lantai empat Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Pengunjung masjid itu berasal dari daerah-daerah lain, mulai dari Aceh hingga Kalimantan siang tersebut, Asih datang bersama lima temannya. Kedatangannya itu adalah yang kedua. Sekitar tujuh tahun lalu, Asih pertama kali berkunjung ke Masjid Kapal tersebut. Kala itu, bangunan masjid belum jadi, tetapi pengunjung sudah ramai.”Dulu hanya bisa foto-foto di depan masjid, belum boleh masuk karena belum selesai dibangun. Kanan dan kiri bangunan masih ada sisa-sisa materialnya. Kalau sekarang sudah bagus, rapi dan megah,” berwisata, Asih mengaku ingin menjajal makanan khas Podorejo, yakni tape ketan. Menurut cerita seorang temannya, tape ketan di desa tersebut D UTAMIDeretan pedagang terlihat dari lantai empat Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Pengunjung masjid itu berasal dari banyak daerah, mulai dari Aceh hingga Kaimantan datang bersama keluarga atau rombongan kecil, ada juga pengunjung yang datang bersama rombongan besar. Sigit 35, warga Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, misalnya, datang bersama sekitar 50 orang lainnya.”Saya datang bersama para tetangga satu rukun warga RW. Ke sini naik dua bus ukuran tanggung,” ucap dan tetangganya sengaja datang beramai-ramai dalam rangka menyambut Ramadhan. Dua Ramadhan terakhir, Sigit dan para tetangganya tidak bisa berwisata karena pandemi Covid-19 mengganas. ”Sekarang, kasus Covid-19 mulai turun dan semuanya sudah divaksin, jadi aman,” D UTAMIPengunjung berfoto bersama di lantai satu Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari banyak daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Selain untuk berwisata, pengunjung mendatangi masjid itu untuk gencarnya vaksinasi dan penurunan kasus Covid-19, jumlah kunjungan ke Masjid Kapal meningkat. Sutar 67, takmir Masjid Kapal menuturkan, rata-rata kunjungan dua pekan terakhir mencapai 500 orang per hari. Jumlah itu meningkat dari kunjungan harian selama pandemi berkisar 150-200 orang per pertama kali dibuka pada 2015 hingga sebelum pandemi, rata-rata kunjungan di Masjid Kapal disebut Sutar mencapai orang per hari. Selama pandemi, Masjid Kapal dua kali menutup untuk kunjungan. Penutupan pertama dilakukan pada masa awal pandemi selama tujuh bulan. Adapun penutupan kedua dilakukan selama dua bulan pada awal 2022 saat Covid-19 varian Omicron ini, pengunjung yang masuk ke Masjid Kapal dikenai tarif tiket masuk Rp per orang. Sebagian uang itu disetorkan ke Dinas Pariwisata Kota Semarang dan sebagian lagi untuk membiayai operasional masjid, termasuk membayar gaji karyawan yang mengurus kunjungan D UTAMIWisatawan mengambil mukena sebelum shalat di Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari daerah-daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Tiket masuk untuk satu pengunjung Rp kunjungan ditutup, pihak yayasan merumahkan tujuh karyawan yang biasanya mengurus wisata karena tidak mampu membayar gaji mereka. Gaji satu karyawan berkisar Rp 1,5 juta-Rp 2 juta, tergantung tugasnya,” tutur hanya berdampak kepada karyawan Masjid Kapal, penutupan kunjungan juga menyebabkan belasan pedagang di sekitar masjid kehilangan pendapatan. Sebelum pandemi, para pedagang yang rata-rata berjualan tape ketan, es serut, dan bakso itu bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp per hari. Saat sepi pengunjung, mereka paling banyak mendapatkan uang Rp per D UTAMIAnak-anak bermain di lantai tiga Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari daerah-daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Selain untuk berwisata, pengunjung mendatangi masjid itu untuk masjid Adapun Masjid Safinatun Najah didirikan oleh seorang bernama Muhammad. Menurut Sutar, Muhammad berasal dari Arab Saudi, tetapi sudah lama tinggal di Kota Pekalongan. Ia memilih membangun masjid berbentuk kapal karena terinspirasi dari kisah Nabi Nuh dan bahtera penyelamatnya. Nama Safinatun Najah juga dipilih oleh Muhammad karena berarti kapal penyelamat.”Abah Muhammad yang dasarnya memang senang dengan kisah tentang kapal Nabi Nuh pernah jalan-jalan ke Afrika dan melihat sebuah masjid berbentuk kapal. Ia kemudian kepingin membangun masjid seperti itu,” ucap menyebut, masjid itu diarsiteki oleh seseorang bernama Slamet yang berasal dari Magelang. Ia merupakan kenalan dari D UTAMIJendela-jendela di Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, dibuka pada Sabtu 2/4/2022 untuk menjaga sirkulasi udara. Masjid berarsitektur menyerupai kapal penyelamat milik Nabi Nuh tersebut ramai didatangi pengunjung dari daerah-daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Normalnya, masjid tersebut dikunjungi hingga orang dalam sehari. Selama pandemi, jumlah pengunjung turun menjadi 150-250 orang per Muhammad mendirikan masjid itu tidak hanya untuk mewujudkan cita-citanya membangun masjid yang bentuknya menyerupai bahtera Nabi Nuh. Sama dengan arti Safinatun Najah, Muhammad ingin masjid itu bisa menyelamatkan masyarakat di sekitarnya.”Berkat keberadaan masjid itu, warga sekitar yang dulunya bekerja sebagai kuli bangunan dan petani bisa menjual makanan di sekitar masjid. Tanah-tanah di sekitar Desa Podo Rejo yang dulunya murah, sejak ada masjid itu menjadi semakin mahal,” kata arsitektur masjid itu membuat orang-orang penasaran kemudian datang. Pengunjung yang datang ke Masjid Kapal dari daerah-daerah di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, dan juga Jelang Ramadhan, Pesanan Kubah Masjid di Tegal MeningkatKOMPAS/KRISTI D UTAMIPengunjung keluar dari Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid yang berarsitektur unik itu didirikan karena pemiliknya terinspirasi dari kapal penyelamat milik Nabi Nuh. Sejak dibangun pada 2015, masjid itu ramai didatangi pengunjung dari daerah-daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul pesohor dan pejabat juga tak mau ketinggalan. Pesohor dan pejabat yang tercatat pernah datang ke Masjid Kapal, antara lain Luna Maya, Tukul Arwana, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, hingga Gubernur Jateng Ganjar masjid-masjid berarsitektur unik turut mendongkrak jumlah wisatawan yang datang di Kota Semarang. Selama Ramadhan, pemerintah setempat berencana memaksimalkan kujungan wisatawan, terutama di tempat-tempat wisata Tugas Kepala Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono menuturkan, berdasarkan aturan, kunjungan wisata saat ini masih dibatasi maksimal 75 persen dari kapasitas. Para pengelola tempat wisata juga diimbau menerapkan protokol kesehatan ketat untuk menekan risiko penularan sekitar yang dulunya bekerja sebagai kuli bangunan dan petani bisa menjual makanan di sekitar masjid. Tanah-tanah di sekitar Desa Podo Rejo yang dulunya murah, sejak ada masjid itu menjadi semakin mahal.”Kami juga meminta pengelola tempat wisata segera mengikuti sertifikasi cleanliness kebersihan, health kesehatan, safety keamanan, dan environment sustainability Kelestarian Lingkungan atau CHSE agar pengunjung merasa yakin untuk datang. Selain itu, pemindaian kode garis dengan aplikasi Peduli Lindungi juga perlu dimaksimalkan untuk mengetahui kondisi kesehatan pengunjung berikut status vaksinasinya,” ucap masjid-masjid unik seperti Masjid Kapal terbukti mampu mengundang umat Islam jauh-jauh datang dan bersembahyang. Kekhusyukan ibadah pun dilengkapi beramal dengan jajan di warung-warung juga Lima Masjid Kontemporer Unik di NusantaraKOMPAS/KRISTI D UTAMIPemandangan dari samping Masjid Safinatun Najah, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 2/4/2022. Masjid yang berarsitektur unik itu didirikan karena pemiliknya terinspirasi dari kapal penyelamat milik Nabi Nuh. Sejak dibangun pada 2015, masjid itu ramai didatangi pengunjung dari banyak daerah, terutama saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. EditorGREGORIUS MAGNUS FINESSO

tiket masuk masjid kapal semarang