Kamu(serita yang tidak perlu dipercaya) oleh: Sabda Armandio Terbitan: (2015) Kamu cerita yang tidak perlu dipercaya Terbitan: (2015) Opsi Pencarian
DESKRIPSIKamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya. Beberapa pekan menjelang Ujian Nasional, seorang siswa SMA bolos sekolah untuk kali pertama demi menolong temannya yang bernama Kamu. Kamu bilang ini persoalan gawat dan ia benar-benar butuh bantuan untuk mencari sebuah sendok. Begitulah mulanya, dan perlahan, satu demi satu, jalinan
Kamubook. Read 112 reviews from the world's largest community for readers. Beberapa pekan menjelang Ujian Nasional, seorang siswa SMA bolos sekolah untu
Dalammengetahui lebih lanjut mengenai cerita anak, termasuk yang berbahasa Inggris, kamu tidak hanya perlu tahu sebatas pengertiannya. Namun, salah satu hal penting yang harus kamu ketahui juga adalah unsur-unsur dari cerita anak. Nah untuk itu, perlu dibahas lebih lanjut juga tentang hal tersebut. Kamu bisa menyimak pembahasannya di bawah ini.
Kamu Cerita Yang Tidak Perlu Dipercaya - Oleh: Sabda Armandio - Kontak Kami (WA) 0896-7269-1122. Cara Belanja. Konfirmasi Pembayaran. Status Pengiriman. Bantuan Semua Kategori. Daftar. Keinginan. Pencarian. 0 Stok Tidak Tersedia. Atau Tambah ke Daftar Keinginan.
permainan softball berasal dari olahraga tradisional yakni.
Judul Kamu Novel Penulis Sabda Armandio Penerbit Moka Media Cetakan Pertama, 2015 Tebal viii + 348 hlm 11 x 17 cm ISBN 978-795-961-9 ~ Ulasan diterbitkan di halaman Buku, koran Padang Ekspres, Minggu, 26 April 2015. Pada edisi koran, ada kesilapan dari penulis yang mencantumkan judul film Jim Carrey Sip Men!, seharusnya judul film tersebut adalah Yes Man! Mohon dimaafkan atas kesalahan tersebut. Judul Kamu Novel Penulis Sabda Armandio Penerbit Moka Media Cetakan Pertama, 2015 Tebal viii + 348 hlm 11 x 17 cmISBN 978-795-961-9 Sabda Armandio Alif barangkali adalah salah seorang prosais muda dengan kemunculan karya cemerlang. Sebuah novel bertajuk Kamu Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya yang ditulis Sabda memperlihatkan bagaimana ia menggarap jalinan cerita dari peristiwa-peristiwa biasa bahkan terkadang teramat konyol, nyeleneh, asing, tapi mampu membuat pembaca bertahan dalam rekaannya. Sabda seakan memberikan kesempatan hanya tiga hari untuk tokoh âakuâ mengingat mundur ke masa lalu dan menarasikan tokoh-tokoh lain semisal âkamuâ, âpacarkuâ, âmantan pacarkuâ, âperempuan teman sekelaskuâ, âpermenâ, dll. Sabda juga memberikan kesempatan tiga hari bagi pembaca untuk memasuki peristiwa asing yang terjadi pada tokoh âakuâ dan persentuhannya dengan tokoh-tokoh lain. Tiga hari sebagai pembuktian bahwa tidak butuh waktu panjang untuk menghidupkan tokoh dan peristwa dalam sebuah novel. Tiga hari yang terkayakan. Sudut pandang orang pertama tunggal digunakan Sabda sebagai penutur dalam novel barangkali benar menggambarkan prosa modern novel dalam kerangka kerja naratologi. Sebagaimana pandangan Ian Watt Faruk, 2007185, âakuâ yang merupakan kata ganti yang menunjuk diri sebagai individu, merepresentasikan diri manusia dalam keadaan paling konkret, partikular, unik, yang berbeda misalnya dari kami yang merepresentasikan manusia dalam keadaan kolektif, abstrak, dan terbagi. âAkuâ dalam novel Sabda menggambarkan laku manusia sehari-hari ordinary man. Bukan manusia yang lebih tinggi dalam gambaran tragedi, bukan pula manusia rendah dalam gambaran komedi. âAkuâ adalah manusia biasa, manusia yang bukan apa-apa, tetapi dapat menjadi apa saja, manusia yang belum jadi sekaligus menjadi. Manusia yang terlibat dalam proses, terlibat dalam keadaan dan peristiwa, bukan manusia yang berada di luar proses, manusia yang ada di luar atau dikeluarkan dari peristiwa dan keadaan itu. Dalam posisi keadaan biasa tersebut, tokoh âkamuâ oleh Sabda turut diposisikan dalam bagian terpenting daalam novel ini.. Dari tokoh âkamuâ-lah semua pengalaman aneh dan konyol yang dialami narator. âKamuâ seakan menjadi pusaran dari rekaan Sabda sehingga tajuk novel tersebut memberi kesempatan bagi tokoh tersebut untuk muncul dan diunggulkan oleh âakuâ. Beberapa Peristiwa Aneh Sabda memainkan peristiwa masa lalu tokoh âakuâ. Meski cuma tiga hari dinarasikan, tetapi seakan menyayat lapis-lapis terpenting dari kenangan tokoh tersebut. Dimulai dari narasi tokoh âakuâ yang bekerja di sebuah perusahaan swasta dan ia hanya mempunyai tujuh jari tangan lima di kanan, dua di kiri hanya telunjuk dan ibu jari. âAkuâ yang berusia 27 tahun, baru saja pindah indekos, dan perpindahan tersebut membuatnya mengenang sesuatu mengenai masa lalu dengan cara yang unik âMengenang sesuatu sepertinya menarik, lagi pula mudah. Ada banyak cerita asik untuk memulai tentanglah kardus berisi barang-barang lawasmu, ambil satu benda yang terletak di lantai, benda apa saja, dan biarkan ia bercerita. Atau begini jilat bersih sendok bekas makan, pandangi agak lama, dan sebuah cerita bisa kembali begitu sajaâseperti pria ramah yang mengetuk jendela kamarmu dan berkata, âYa, ini saatnya membuka jendelaâ Dari sanalah, âakuâ mulai mengenang 10 tahun ke belakang, sewaktu masih kelas III SMA. âAkuâ menarasikan hari pertama dalam novel tersebut ketika melalui sambungal telpon ia diajak bolos sekolah oleh âkamuâ untuk mencari sendok tukang bakso yang dihilangkannya. Tokoh âakuâ pun mendapat telpon kedua dari âperempuan teman sekelasâ yang mengajaknya bolos untuk menceritakan keluhan hidupnya. Namun ia mengingat janji dengan âkamuâ dan memilih menemani âkamuâ mencari sendok. Dari pencarian sendok inilah peristiwa unik dan aneh dimulai. âKamuâ yang kerap berkata salut! dengan berbagai gaya pengucapan di setiap situasi menganggap sendok tukang bakso yang dihilangkannya harus dicari. Dikarenakan tidak dapat diganti dengan sendok lain. Sebab sendok yang dia punya di rumah adalah âsendok untuk mengingatâ dan dibuat sepasang Tistan dan Isolde.â Perdebatan pencarian sendok antara âakuâ dan âkamuâ berakhir ketika âkamuâ mengundur waktu pencarian dan mengajak âakuâ mengantar tas titipan ayahnya ke rumah Kek Su di Gunung Mas, Bogor. Lima menit terpanjang dalam hidup tokoh âakuâ barangkali dirasakannya ketika itu. âAkuâ seakan masuk ke dalam dunia mimpi ketika tertidur atau barangkali tidak di atas mobil âkamuâ. Dari perihal itulah âakuâ mengalami peristiwa aneh, Badai Monyet Parit menyerang kota Bogor, orang-orang panik karena monyet-monyet mengambil telepon seluler, kota lumpuh. âAkuâ dan âkamuâ mengambil jalan pintas menuju rumah Kek Su. Mereka meyusuri sebuah gorong-gorong di belakang air mancur kota Bogor dan sampai ke âsisi B kota Bogorâ. Tempat asing dengan tiga matahari menggantung, ladang bunga, harum, tanah, awan yang bergerak tanpa harus diseret angin. Tempat yang menurut âakuâ tidak pernah ada di Bogor. Di tempat itu pula mereka bertemu dengan beberapa orang utan yang salah satunya memakai kaos bertuliskan âSave Humanâ. Pertemuan dan percakapan dengan orang utan tersebut mengantarkan âakuâ dan âkamu ke peristiwa yang lebih aneh lagi ketika sampai di rumah Kek Su. Kek Su yang gemar mengganti sebuah istilah dengan kata yang berima dan hanya mempunyai mata kanan dengan mata kiri rata dengan wajah mempunyai kepiawaian yang absurd. Ia melukis matanya sendiri dan menjadi mata asli. Kek Su menawarkan untuk melukis tiga jari âakuâ, tapi ia menolak. Dan menang ternyata peristiwa itu adalah peristiwa paling membingungkan tokoh âakuâ Badai Monyet Parit, sisi B kota Bogor, dan kepiawaian Kek Su. Hari ke dua dan ke tiga dinarasikan tokoh âakuâ melalui beberapa peristiwa yang juga tergolong aneh dan dibungkus dengan kisah tragik. Misalkan ketika tokoh âakuâ diajak oleh âmantan pacarâ ke sebuah rumah sakit untuk memeriksakan kehamilannyaâkonon ia dihamili orang lain. Namun ketika mereka mampir ke sebuah kafe untuk makan, âakuâ bertemu dengan seorang tukang sulap yang bisa membaca dirinya dan membaca diri mantan pacarnya. Tukang sulap dengan topi model top-hat yang bisa mengeluarkan kelinci, mengeluarkan selembar kartu namanta tapi beralamatkan rumah âakuâ, dan hilang tertarik ke dalam topi sendiri. Resistensi Tokoh Beberapa peristiwa aneh dihadirkan Sabda dari pengalaman âakuâ, âkamuâ, dan tokoh lain setidaknya menggambarkan resistensi terhadap realitas hidup kekinian. Tokoh âakuâ seakan hadir dan lengkap dari pengalaman tokoh lain, ia barulah menjadi âakuâ setelah ia bersentuhan dengan pengalaman tokoh lain. Tiga hari aneh tersebut diisi sepenuhnya dengan bolos sekolah. Perdebatan âakuâ dan beberapa tokoh lain seakan mengambarkan sebuah kritikan terhadap sekolah sebagai ruang penyeragaman. Kritik tersebut terlihat juga dari kehadiran tokoh bernama âPermenâ yang disukai oleh âkamuâ, yang konon, memilih home-schooling. Selain itu tokoh âmantan pacarâ juga dibenturkan perdebatan tentang anggapan terhadap perempuan hamil di luar nikah, kehendak untuk sekolah, namun norma sosial. Tokoh âPerempuan teman sekelasâ hadir dengan dilema. Ternyata belakangan hari ia baru mengetahui bahwa mencintai ayah kandungnya. Ia masih mempertanyakan hasrat yang oleh orang-orang dibahasakan sebagai electra complex tersebut. âPerempuan teman sekelasâ menganggap cinta itu pemberian tuhan. Ia merasakan, meragukan, dan mengaminkan cintanya. Bahkan dalam novel dinarasikan peristiwa âperempuan teman sekelasâ bertanya pada seorang ustad melalui sambungan telpon di acara reality show sebuah stasiun televisi. Pertanyaan tokoh tersebut menyentak orang-orang. Perasaan dan naluriah dasar manusia dibenturkan dengan norma dan hukum agama. Dama novel tersebut Sabda seakan menggali ceruk terdalam masa lalu tokoh melalui perihal sangat sederhana dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana yang barangkali dalam realitas dianggap enteng dan tidak penting dipertanyakan. Kegemaran Sabda akan film, video game, dan beragam genre musik juga terlihat dari cara ia menghadirkan peristiwa dan memunculkan suasana. Dari jazz, rock and roll, blues, hingga musik pop lawas Indonesia. Minnie Smith and Her Jazz Hounds, Bob Dylan, The Beatels, Rolling Stones, The Doors, Norah Jones, Nick Drake, Stevie Wonder, hingga Elfa Singer dihadirkan untuk membangun suasana sekaligus dibangun oleh suasana. Wajah sumringah Audrey Hepburn memerankan tokoh Holly Golightly dalam film Breakfast at Tiffanyâs atau Jim Carrey dalam film Yes Man! turut dibangun dan terbangun dari sebuah peristiwa. Juga beberapa teori yang mempengaruhi peradaban dunia semisal The Smoky God George Emerson dijadikan pandangan dan landasan tokoh dalam berinteraksi. Sebuah novel hadir dengan peristiwa yang boleh dipercaya atau tidak. Seperti penawaran Sabda dari novelnya pada pembaca cerita-cerita yang tidak perlu dipercaya.*** Versi PDF ULASAN NOVEL SABDA ARMANDIO
- Aktor Hollywood Dwayne Johnson atau biasa disebut The Rock ternyata sempat punya masalah dengan kesehatan mental. Melalui wawancaranya dengan Podcast The Pivot, dia mengungkapkan cerita dan perjuangannya yang berkelanjutan dalam melawan itu pun mencerminkan bahwa krisis kesehatan mental bagi pria di seluruh dunia sudah sangat mengkhawatirkan. Apalagi Johnson merupakan sosok pria macho dan berotot yang lekat dengan stereotip "lelaki kuat" yang ternyata perlu menurunkan ego-nya saat melawan depresi yang dialami. Baca juga Rahasia Otot Bahu Kekar Dwayne Johnson di Usia 50 Tahun Di dalam Podcast itu, Johnson mengenang saat dirinya merasa depresi ketika dia masih duduk di bangku sekolah menengah. Sayangnya tidak diceritakan secara rinci penyebab dia mengalami depresi, tetapi Johnson mengakui kalau masa-masa itu cukup berat dia lalui. "Saya sampai tidak ingin pergi ke sekolah, saya tidak mengikuti ujian tengah semester," katanya seperti dilansir Dmarge. Kala itu, dia harus berjuang melawan depresi sekaligus bahunya yang sedang mengalami cedera. Cedera yang dialaminya pun membuatnya tidak bisa melakukan latihan fisik secara teratur dan kesehatan mentalnya terus merosot. "Sebagai seorang atlet, keringat apapun yang dihasilkan akan membantu," kata dia. Sejak saat itu, dia memahami bahwa rutinitas paginya harus disematkan aktivitas fisik yang agak terdengar gila, termasuk latihan yang menguras energi dan fisiknya. Arturo Holmes/AFP/ GETTY IMAGES NORTH AMERICA Aktor Dwayne Johnson menghadiri Academy Awards ke-95 pada 12 Maret 2023 di Hollywood, berlebihan dan depresi pun datang lagi bertahun-tahun kemudian saat dirinya bercerai dengan istri pertama, Dany Garcia. Pria yang juga gemar mengoleksi jam tangan ini mengakui bahwa masalah terbesar yang dia hadapi dalam melawan depresi adalah bukan soal masalahnya, tetapi dia sama sekali tidak memahami apa itu kesehatan mental. Sejauh ini dia hanya memahami bahwa kesehatan mental hanya dapat diatasi dengan olahraga, dan faktanya olahraga yang dia lakukan tidak berdampak signifikan. Depresinya tidak kunjung pulih serta merasa dirinya dan kehidupannya semakin terlihat kelabu. Sampai pada akhirnya Johnson mencari tahu dan menyadari banyak hal seputar kesehatan mental. Beruntung ada orang-orang terdekat yang bersedia membantunya melawan depresi yang dialami Johnson selama bertahun-tahun. "Akhirnya saya tahu apa itu dan untungnya memiliki beberapa teman dekat yang bisa saya andalkan," lanjutnya. Pria berusia 51 tahun ini pun mengatakan kepada semua orang, khususnya para pria, kalau sedang mengalami masalah yang sama, jalan terbaiknya adalah cari seseorang yang dipercaya, kemudian cerita dengan orang itu. Kata Johnson, bercerita dengan orang lain dapat membantu memperbaiki dan melepas rasa sakit yang terus dipendam. "Memiliki keberanian untuk berbicara dengan seseorang adalah kekuatan super yang bisa kita lakukan," ujar dia. Di balik image-nya yang lekat dengan sosok "pria tangguh", cerita perjuangan Dwayne Johnson tampaknya bisa dijadikan pembelajaran dalam mengatasi masalah mental bagi banyak pria di luar sana. Johnson mengungkapkan bahwa dia tetap membutuhkan bantuan dari orang-orang di sekitarnya dan tidak bisa mengatasi masalah mentalnya itu sendirian. "Terlepas dari apa yang mungkin kita rasakan, percaya bahwa kita tidak sendirian," tutup Dwayne Johnson. Baca juga Dwayne Johnson Buka Kartu soal Otot Perutnya yang Tak Six Pack Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Description / Fiksi / Kamu Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya Sabda Armandio +++ Beberapa pekan menjelang Ujian Nasional, seorang siswa SMA bolos sekolah untuk kali pertama demi menolong temannya yang bernama Kamu. Kamu bilang ini persoalan gawat dan ia benar-benar butuh bantuan untuk⌠mencari sebuah sendok. Begitulah mulanya, dan perlahan, satu demi satu, jalinan peristiwa yang mengubah hidup keduanya terurai. Ditulis dalam tradisi panjang novel-novel coming-of-age seperti The Catcher in the Rye karya Salinger dan The Adventures of Hucklebery Finn karya Mark Twain, KAMU menampilkan keunikan pikiran serta cara karakter-karakternya yang remaja dalam memandang dunia, menyoroti pilihan-pilihan yang mereka ambil, keyakinan, keragu-raguan, cinta, kesedihan, amarah. Menjadi dewasa adalah proses penting yang pasti dialami, namun belum tentu dipahami, oleh semua orang. Karya Sabda Armandio ini menawarkan pengalaman baruâ sekaligus kesempatan untuk berpikir ulangâ, baik bagi para pembaca dewasa maupun pembaca-pembaca muda. Dan di atas semuanya, KAMU adalah sebuah novel yang enak dibaca.
Desain sampulnya, tidak bisa dipungkiri, begitu eye catching. Perpaduan antara warna biru dengan kuning yang begitu kontras membuat yang lewat di depan ingin berhenti sejenak. Mendekat dan akhirnya mengangkat buku tersebut. Judulnya juga sederhana. Hanya bertuliskan "Kamu". Dengan subjudul "Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya" malah membuat orang lain penasaran. Sabda Armandio memang baru menelurkan satu buku di tahun 2015. Kalau anak zaman sekarang katakan, bukunya tergolong yang underrated. Buku yang sebenarnya layak untuk dibaca dan direkomendasikan untuk dibaca tetapi kurang mendapat spotlight. Kalah dengan buku-buku lain yang strategi pemasarannya begitu masif. Jumlah halaman 348 halaman Tahun terbit 2015 Penerbit Moka Media Format mass market paperback Rating Shiori-ko 4/5 Sinopsis Beberapa pekan menjelang Ujian Nasional, seorang siswa SMA bolos sekolah untuk kali pertama demi menolong temannya yang bernama Kamu. Kamu bilang ini persoalan gawat dan ia benar-benar butuh bantuan untuk⌠mencari sebuah sendok. Begitulah mulanya, dan perlahan, satu demi satu, jalinan peristiwa yang mengubah hidup keduanya terurai. Ditulis dalam tradisi panjang novel-novel coming-of-age seperti The Catcher in the Rye karya Salinger dan The Adventures of Hucklebery Finn karya Mark Twain, KAMU menampilkan keunikan pikiran serta cara karakter-karakternya yang remaja dalam memandang dunia, menyoroti pilihan-pilihan yang mereka ambil, keyakinan, keragu-raguan, cinta, kesedihan, amarah. Menjadi dewasa adalah proses penting yang pasti dialami, namun belum tentu dipahami, oleh semua orang. Karya Sabda Armandio ini menawarkan pengalaman baruâ sekaligus kesempatan untuk berpikir ulangâ, baik bagi para pembaca dewasa maupun pembaca-pembaca muda. Dan di atas semuanya, KAMU adalah sebuah novel yang enak dibaca. *** Buku ini unik. Hanya ada nama-nama para karakter pendukung. Tidak, Dio -panggilan untuk penulis- tidak memberikan nama kepada tokoh utamanya. Aku dan Kamu. Awalnya cukup membingungkan. Bermula dari kehidupan si Aku yang sepi dan kemudian menceritakan tentang petualangannya dengan Kamu. Dio tidak menawarkan cerita yang kompleks. Apalagi yang penuh dengan bunga-bunga dan kisah cinta khas remaja. Bukan. Dio menghadirkan sebuah antitesis dalam bentuk yang ringan. Yang bisa kita tertawakan karena menyadari mengapa selama ini kita hidup dengan pemahaman yang seperti itu. Kekritisan Dio dalam melihat kehidupan tampak dalam bagiamana hampir semua tokoh di dalamnya berdialog. Misalnya ketika Aku dan Kamu menyentil tentang masalah religiusitas. Mereka membahasnya dalam sebuah kalimat yang sederhana namun benar adanya. Tidak berhenti di situ saja. Dio pun juga membawa perihal lain seperti masalah sekolah dan seragam ke dalam dialog yang seru. Dio benar-benar menggunakan bukunya sebagai sarana untuk menyuarakan apa yang ada di kepalanya selama ini. Apakah hal tersebut benar adanya atau mungkin hanya asumsi yang disepakati oleh sekelompok orang dan menjadi asumsi bersama. "Ketika berpelukan, kami tentu tidak bisa melihat wajah satu sama lain. Betul-betul cara terbaik untuk menyembunyikan perasaan masing-masing. Ia tidak perlu melihat wajahku yang kebingungan, dan aku tidak perlu tahu apakah ia menangis karena sedih atau bahagia." halaman 162. Kamu Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya merupakan sebuah buku yang sangat ringan. Yang tidak perlu membawa istilah-istilah keren untuk membuatnya menjadi wah. Konten bukunya sendiri sudah menarik. Kamu Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya malah bisa dihabiskan dalam sekali duduk. Tetapi, lebih baik jangan. Nikmati setiap kalimat dan kisah petualangan Aku dan Kamu yang kadang terdengar sureal. Selalu ada pesan yang tersirat, apalagi yang tersurat, yang membantu pembaca untuk sama-sama berpikir kritis akan suatu isu. Terima kasih kepada Rizky Nindy Lestari yang merekomendasikan bacaan ini. Katanya, pembacanya akan menjadi baper. Tapi denganku tidak. Aku malah terkadang mengangguk setuju dengan pemikiran Dio lewat karakter-karakternya. Ada hal yang selama ini luput dari pandangan dan persepsi kita namun terus saja dijadikan pembenaran. "Kata Carl Jung, pertemuan dua kepribadian itu seperti kontak dua substansi kimia jika ada reaksi, maka keduanya akan bertransformasi." halaman 184 Kamu Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya seharusnya menjadi bacaan setiap orang supaya mereka sadar, dengan hal yang sederhana saja terkadang dibuat rumit, bagaimana bisa menguraikan kerumitan hidup?
kamu cerita yang tidak perlu dipercaya